Breaking News:

Sulteng Hari Ini

80 Persen Tukang Bangunan di Sulteng Tidak Punya Jaminan Kecelakaan Kerja

Sebanyak 80 persen tukang bangunan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak memiliki jaminan kecelakaan kerja.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Muh Ruliansyah
TribunPalu.com
Ketua Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Perkasa Sulteng, Andrianto Gultom saat live streaming di Tribun Mo Tesa-tesa. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM,PALU - Sebanyak 80 persen tukang bangunan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tidak memiliki jaminan kecelakaan kerja.

Tukang bangunan di Sulteng yang tidak memiliki jaminan kecelakaan kerja pada umumnya bekerja secara mandiri.

Hal itu diungkapkan Ketua Dewan Pertukangan Nasional (DPN) Perkasa Sulteng, Andrianto Gultom.

"Dalam artian mandiri itu mereka bekerja di rumah orang, borongan-borongan biasanya. Tapi mereka tidak ditopang atau tidak dilindungi oleh jaminan kecelakaan kerja," jelas Andrianto Selasa (27/7/2021)

Menurut Andrianto, kondisi itu menyebabkan tukang bangunan harus membayar biaya pengobatan sendiri ketika mengalami kecelakaan kerja.

"Upah yang dia dapatkan itulah jadi biaya pengobatannya," katanya.

Baca juga: BRI Cabang Palu Dukung Smart City Lewat Layanan Transaksi Digital QRIS

Baca juga: Rumah Sakit di Kota Palu Penuh, Pasien Covid-19 di Lolu Utara Hampir Tak Dapat Kamar Perawatan 

Andrianto juga mengungkapkan, DPN Perkasa saat ini berupaya untuk melindungi para tukang dengan jaminan kecelakaan kerja.

Selain jaminan kecelakaan kerja, Andrianto menyebut lapangan kerja yang sedikit dan kurangnya sumber daya manusia juga menjadi masalah pertukangan di Sulteng.

"Itu menjadi satu kendala kami, dan kami berharap ke depan bagaimana 3 hal itu kami tuntaskan dalam artian kami mendorong kebijakan-kebijakan negara untuk bisa memberikan satu harapan ke pertukangan," pungkas Andrianto (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved