Sulteng Hari Ini
VIDEO: Dampak Pandemi Mempererat Hubungan Dalam Keluarga Justu Picu Pelecehan Terhadap Anak
Pandemi COVID-19 dapat mempererat hubungan antara anggota keluarga. Namun, ternyata kedekatan tersebut dapat memicu terjadinya pelecehan terhadap anak
TRIBUNNEWS.COM - Salah satu sisi positif dengan adanya pandemi COVID-19 adalah dapat mempererat hubungan antara anggota keluarga.
Hal ini disebabkan masyarakat diarahakan untuk melakukan aktifitas baik kerja maupun sekolah di rumah saja.
Sehingga pertemuan antar anggota keluarga menjadi semakin intens.
Namun, ternyata kedekatan tersebut dapat memicu terjadinya pelecehan terhadap anak pada beberapa keluarga.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Komunitas Peduli perempuan dan Anak ( KPPA ) Sulawesi Tengah, Adriani dalam acara Tribun Motesa-tesa dengan tema ' Cegah Cyber Crime Terhadap Perempuan ', Kamis (5/8/2021) pukul 14.00 Wita.
"Banyaknya anak yang tidak sekolah dan belajar di rumah, sehingga interaksi Orangtua (Ayah) dan anak (perempuan) sering terjadi. Hal ini dapat memicu kekerasan baik secara seksual atau fisik terhadap anak. Dan saya menemui kasus seperti ini di beberapa Desa di Sulteng sejak pandemi," ujarnya.
Adriani juga mengatakan salah satu faktor pemicu terjadinya hal tersebut karena kurangnya pengetahuan pada beberapa keluarga.
"Faktor penyababnya adalah pengetahuan dari Orangtua yang tidak paham soal aturan UUD terkait perlindungan anak serta norma-norma. Seharusnya semakin baik hubungan atau interaksi dengan Orangtua itu akan lebih baik. Tetapi kondisi saat ini tidak seperti itu," lanjutnya.

Media online juga menjadi salah satu penyebab hal tersebut terjadi.
Selain itu faktor Ekonomi juga dapat memicu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan yang menjadi korban adalah perempuan (Istri) dan anak-anak.
"Banyaknya video dewasa di media online juga bisa jadi pemicu Orangtua melakukan kekerasan seksual pada anaknya. Sering berinteraksi sehingga saat emosi Orangtua tidak tersalurkan dengan baik maka yang menjadi pelampiasan adalah istri bahkan anaknya sendiri," katanya.
"Orang tua yang tidak dibekali dengan pengetahuan yang baik akan memperburuk situasi. Hal ini lah yang menjadikan istri, anak perempuan maupun anak laki-laki menjadi korban KDRT baik fisik maupun seksual," lanjutnya.
perempuan Sasaran Empuk

perempuan sudah diberi standar oleh masyarakat umum tentang bagaimana mereka seharusnya bersikap dan berpakaian.
Menutur Ketua Solidaritas Perempuan Palu, Ruwaida mengatakan bahwa perempuan selalu dijadikan objek dan hal ini lah yang dapat memicu orang lain melakukan kekerasan pada perempuan.