Sulteng Hari Ini
Isu Pembubaran DPR Menguat, Praktisi Hukum di Palu Sebut Puncak Kemarahan Rakyat
Mahasiswa dan masyarakat mengekspresikan kekecewaan melalui aksi demonstrasi, di Kota Palu beberapa waktu lalu.
Penulis: Robit Silmi | Editor: Regina Goldie
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi
TRIBUNPALU.COM, PALU – Isu pembubaran lembaga legislatif DPR RI belakangan menjadi topik hangat di masyarakat Indonesia.
Gelombang ketidakpuasan ini juga dirasakan masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah.
Mahasiswa dan masyarakat mengekspresikan kekecewaan melalui aksi demonstrasi, di Kota Palu beberapa waktu lalu.
Mereka menuntut pembubaran DPR, penghapusan gaji dan tunjangan dewan, hingga percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Sorotan publik semakin keras karena dinilai tidak sebanding dengan fasilitas mewah yang diterima anggota DPR di tengah krisis ekonomi.
Baca juga: Rektor Untad Beri Waktu Bayar UKT Hingga 4 September 2025
Lonjakan harga pangan, terutama beras, kian mempertegas ketidakpercayaan terhadap lembaga legislatif.
Isu ini juga menuai respons dari praktisi hukum di Kota Palu.
Para advokat dari Scripta Diantara Law Office yang baru meresmikan kantor di Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Jumat (29/8/2025) malam, menyatakan pandangannya.
Vebry Tri Hariadi, menilai munculnya tagline Bubarkan DPR adalah puncak kemarahan rakyat terhadap buruknya pengelolaan negara.
Ia mengaku baru kembali dari Jakarta bersama rekan-rekan advokat untuk mengajukan aduan ke beberapa lembaga, termasuk Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Ombudsman, dan DPR RI.
Baca juga: BAKTI KOMDIGI RI Dukung Pembangunan BTS di Sigi untuk Atasi Blank Spot
“Kami sangat kecewa dengan DPR. Administrasi berbelit, pelayanan buruk, bahkan kami katakan langsung, bubarkan saja DPR. Beberapa hari kemudian, muncul tagline itu di masyarakat,” ujar Vebry.
Ia juga menyoroti akar masalah politik di Indonesia yang menurutnya berada di partai politik.
Rektor Untad Beri Waktu Bayar UKT Hingga 4 September 2025 |
![]() |
---|
PAN Sulteng Tegaskan Tolak Prostitusi, Desak Pemkot Palu Tutup Tondo Kiri |
![]() |
---|
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Hadiri PAN Walk di Palu: "Gubernur Ini Milik Semua Golongan" |
![]() |
---|
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Lepas Ribuan Peserta PAN Walk |
![]() |
---|
Hasan Bahasyuan Institute Sayangkan Lagu Dibawakan Tanpa Izin |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.