Pilpres 2024
Duet Anies-AHY Curi Perhatian Jelang Pilpres 2024, Tiga Partai Ini Diperkirakan Jadi Pengusung
Duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencuri perhatian jelang Pilpres 2024.
TRIBUNPALU.COM - Duet Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mencuri perhatian jelang Pilpres 2024.
Pasangan Gubernur DKI Jakarta dan Ketua Umum Partai Demokrat itu memiliki elektabilitas paling tinggi dalam rilis survei Indostrategic baru-baru ini.
Duet Anies-AHY bahkan mampu mengungguli pasangan Prabowo Subianto dan Puan Maharani.
Pengamat politik Refly Harun memprediksi, duet Anies-AHY akan menjadi daya tarik tersendiri bagi sejumlah partai politik jelang Pilpres 2024.
Selain tentunya Partai Demokrat, Refly menyebut PKS bisa jadi ikut begabung ke gerbong Anies-AHY.
Namun, kursi yang dimiliki Partai Demokrat dan PKS belum memenuhi syarat presidential treshold.
Baca juga: Korban Bansos Dinilai Lebih Menderita dari Juliari Batubara, Hakim Didesak Beri Hukuman Seumur Hidup
Oleh sebab itu, Refly menyebut Partai Demokrat dan PKS perlu mencari satu partai lagi untuk diajak berkoalisi.
"Baik PKS yang barangkali akan mendukung Anies Baswedan maupun Demokrat berada di posisi yang sama sebagai kubu oposisi. Memang, mereka masih membutuhkan satu lagi partai politik. Tapi, tidak mungkin partai politik tidak mau (mengusung Anies-AHY) kalau mereka melihat peluang menang," kata Refly dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (11/8/2021).
Dalam posisi tersebut, Refly menilai PPP bisa menjadi salah satu partai yang ikut bergabung ke gerbong Anies-AHY.
"Misalnya, katakanlah, yang ikut PPP saja, itu sudah selesai. Karena Demokrat 54 kursi, PKS 50 kursi sudah 104 kursi. Ditambah PPP 19 menjadi 123 kursi, cukup. Dan PPP menurut saya, jauh akan lebih strategis kalau dia ikut dalam gerbong Anies-AHY," jelas Refly.
Menurut Refly, kehadiran PPP dalam koalisi pengusung Anies-AHY dapat menimbulkan efek ekor jas.
"Walaupun orang akan menganggap kalau dia lihat AHY, maka dia akan lihat Demokrat. Tapi lihat Anies kan belum tentu 100 persen lihat PKS. Bisa jadi, di situlah mengambil poin dari Anies PPP," ujarnya.
Duet Anies-AHY Tertatas dalam Survei Indostrategic
Dilansir dari Kompas.com, rilis lembaga survei Indostrategic terkait simulasi pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) mengungkapkan bahwa Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati posisi teratas dengan 20,25 persen responden.
Pada posisi kedua, pasangan capres populer diisi oleh pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani dengan 14,65 persen.
"Mendapatkan porsi tertinggi itu adalah Anies Baswedan berpasangan dengan AHY yaitu di angka 20,25 persen. Selanjutnya adalah Prabowo-Puan berada di urutan kedua dengan angka 14,65 persen," kata Direktur Eksekutif Indostrategic Khoirul Umam dalam rilis survei secara virtual, Selasa (3/8/2021).
Khoirul menilai, hasil survei bahwa Anies-AHY menempati posisi pertama dikarenakan kuatnya aspirasi masyarakat untuk mendapatkan calon pemimpin yang baru.
Kendati demikian, apabila pasangan tersebut benar terwujud, dibutuhkan kerja yang sangat keras lantaran Anies tidak memiliki basis atau dukungan partai politik murni.
"Maka dia harus meyakinkan berbagai partai politik mitra, untuk memberikan dukungan politiknya, membentuk gerbong koalisi," ujar Khoirul.
Sementara itu, untuk pasangan Prabowo-Puan justru dinilai memiliki basis atau dukungan partai politik yang kuat.
Oleh karena itu, menurut dia, jika mengandalkan kekuatan basis partai politik, persentase pasangan Prabowo-Puan akan terangkat lebih tinggi.
"Meski berada di urutan kedua, kalau kita lihat dari kekuatan partai politik, maka Pak Prabowo dan Mbak Puan memiliki basis mesin politik yang lebih real dan lebih kuat. Oleh karena itu ini menjadi satu dilema. Kalau misalkan kemudian kekuatan partai politik dan mesin politik menentukan, maka angka ini berpotensi ter-boosting lebih tinggi," papar dia.
Namun, Khoirul mengingatkan apabila pasangan Prabowo-Puan tak mampu mengonsolidasikan dan tak mampu meyakinkan partai politik pendukung, tidak mudah untuk meningkatkan popularitas.
Kembali ke hasil survei terkait simulasi pasangan capres, posisi ketiga ditempati oleh pasangan Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil dengan 8,05 persen.
Posisi keempat, Ridwan Kamil kembali dipasangkan, kali ini dengan Sandiaga Uno dan mendapat angka 7,35 persen.
Posisi kelima, ada pasangan Prabowo-Ridwan Kamil dengan 5,13 persen. Lalu ada AHY-Sandiaga Uno 5,05 persen.
Selanjutnya, Ganjar Pranowo-AHY 4,05 persen. Lalu ada Prabowo-Sandiaga Uno 2,45 persen.
Berikutnya yaitu jika Puan Maharani dipasangkan dengan Ridwan Kamil maka akan menghasilkan 2,35 persen responden pemilih.
Kemudian, jika AHY dipasangkan dengan Muhaimin Iskandar akan menghasilkan 2,15 persen responden pemilih.
Lalu, jika Ganjar dipasangkan dengan Airlangga Hartarto maka akan menghasilkan 1,8 persen responden, sedangkan Anies-Sandiaga Uno menjadi posisi terakhir dengan angka 1,65 persen.(*)