Kamis, 7 Mei 2026

Vaksinasi di Sulteng

Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Pemkot Palu Sediakan 6.000 Vial Vaksin untuk Warga

Update data terbaru Covid-19 di Kota Palu per tanggal 15 Agustus, total terkonfirmasi positif mencapai 7.339 kasus.

Tayang:
Editor: Haqir Muhakir
Handover
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid didampingi Wakil Wali kota Palu, Reny A Lamadjido memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi penanganan Covid-19 PPKM Level 4. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Update data terbaru Covid-19 di Kota Palu per tanggal 15 Agustus, total terkonfirmasi positif mencapai 7.339 kasus.

Dalam pemantauan sebanyak 1469 orang dan yang sudah dinyatakan sembuh baru mencapai 5710 orang.

Sedangkan kasus meninggal dunia mencapai 173 orang.

Sehingga, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid memerintahkan agar para camat dan lurah se-Kota Palu memasifkan imbauan ajakan vaksinasi.

"Kita memiliki 6000, dan saya minta agar para camat dan lurah untuk tetap menjalankan sebaik-baiknya vaksinasi cepat ini," kata Hadianto Rasyid di ruang Baruga Lapangan Vatulemo, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamodindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (15/8/2021) malam.

Baca juga: Hadianto Tegaskan Tidak Ada Izin Kegiatan di Perdos Untad Sepekan ke Depan

Baca juga: Wali Kota Palu Tiba-tiba Naik Pitam Saat Rakor PPKM Level 4, Ternyata Ini Penyebabnya

Palu Hadianto Rasyid menuturkan, persentase pencapaian vaksinasi bagi warga Kota Palu baru mencapai 40 persen.

"Saya minta para camat dan lurah untuk bergerak lebih cepat lagi," tegas Hadianto Rasyid

Hadianto Rasyid menyebut, masih ada warga tidak mempercayai adanya Covid-19.
Sehingga menyulitkan pemerintah untuk mengajak melakukan vaksinasi.

"Masih banyak terjadi penolakan terhadap vaksin dan ini juga kendala dan menajdi tantangan pemerintah Kota Palu dan harus masif memberikan informasi kepada masyarakat," tutur orang nomor satu di Kota Palu itu.

Olehnya, Hadianto meminta agar para RT/RW, imam mesjid, lurah, camat, tokoh masyarakat, ulama dan tokoh adat agar terus memasifkan informasi terkait dampak dari Covid-19.

"Mohon maaf ini para lurah saya beratkan tugasnya komiu (kalian,red) karena komiu memang simpul utama penggal utama tolong galang dukungan dari semua kalangan untuk bersama-sama melawan Covid-19 ini," imbuh Hadianto Rasyid. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved