Breaking News:

sulteng Hari Ini

1.500 Huntap di Tondo Selesai Dibangun, Buddha Tzu Chi: Semoga Memberikan Ketenangan Batin

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meresmikan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
handover
Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Hong Tjin saat memberi sambutan di acara peresmian perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (3/9/2021).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meresmikan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (3/9/2021). 

Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi merupakan kompleks hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, pada 2018 silam. 

Peresmian dilakukan sebagai tanda selesainya pembangunan 1.500 Huntap oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. 

Sekretaris Umum Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Hong Tjin turut berterimakasih atas dukungan pemerintah Sulawesi Tengah

"Seluruh unit rumah sudah dihuni sesuai hasil verifikasi. Kami juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh Forkopimda Sulteng atas dukungan dan apresiasinya," ujarnya. 

Baca juga: Polsek Palu Utara Salurkan Sembako Bantuan Akpol 95 ke 60 Warga Kurang Mampu

Baca juga: Kasus Covid-19 di Palu Menurun, Legislator Nasdem Minta Masyarakat Tetap Patuhi Prokes

Selain 1.500 Huntap beserta isinya, Buddha Tzu Chi juga membangun satu unit sekolah dan ruang serba guna di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Kelurahan Tondo. 

Yayasan Buddha Tzu Chi mendirikan Huntap bagi korban bencana di Sulawesi Tengah sebanyak 2.000 unit. 

Masing-masing 1.500 unit di Kelurahan Tondo, Kota Palu dan 500 lainnya di Desa Pombewe, Kabupaten Sigi. 

Hong Tjin berharap agar para penerima Huntap dapat menjaga dan memelihara bangunan rumah maupun lingkungan sekitar. 

"Semoga rumah ini dapat memberikan ketenangan batin, jiwa dan raga bagi warga terdampak bencana. Terutama anak-anak bisa belajar dengan tenang dan tumbuh di lingkungan yang baik," ujarnya. 

"Kita semua saudara tanpa harus ada hubungan darah. Mungkin kita berbeda agama, suku, maupun tempat tinggal. Namun saling memberi perhatian dan kebaikan tidak bisa dihalangi oleh perbedaan-perbedaan itu," ucap Hong Tjin. (*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved