Kamis, 16 April 2026

Virus Corona

Sakit Kepala Terus-menerus saat Isolasi Mandiri Covid-19? Ketahui Penyebab dan Cara Meredakannya

Selain demam, batuk, dan kelelahan, gejala yang juga umum terjadi pada pasien Covid-19 adalah sakit kepala. 

Kompas
FOTO ILUSTRASI sakit kepala. Selain demam, batuk, dan kelelahan, gejala yang juga umum terjadi pada pasien Covid-19 adalah sakit kepala.  

TRIBUNPALU.COM - Selain demam, batuk, dan kelelahan, gejala umum lainnya yang terjadi pada pasien Covid-19 adalah sakit kepala. 

Tidak hanya pada Covid-19, sakit kepala juga gejala yang umum pada penyakit infeksi saluran pernapasan lain seperti influenza. 

“Virus dapat dikaitkan dengan sakit kepala, meskipun seringkali itu bukan keluhan utama,” kata Amit Sachdev, M.D, Direktur Medis Asosiasi untuk Departemen Neurologi dan Oftalmologi di Michigan State University, Amerika Serikat, dikutip dari Prevention.

Baca juga: Benarkah Jahe Dapat Mengatasi Asam Lambung? Simak Penjelasan Berikut Ini

Baca juga: Segera Bawa Pasien Isoman Covid-19 ke Rumah Sakit jika Alami 2 Gejala Ini, Tak Boleh Terlambat

Organisasi Kesehatan Dunia telah mempublikasi gejala yang sering dialami pada pasien Covid-19. 

Ada 11 gejala yang diberi peringkat oleh WHO dengan demam, batuk, dan kelelahan menjadi teratas. 

Gejala lain yang juga sering ditemukan adalah nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau baru, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau pilek, mual atau muntah, dan diare.

Laporan itu diterbitkan pada Februari 2020, hari-hari awal pandemi, dengan menganalisis hampir 56 ribu kasus Covid-19 di China.

Mereka menemukan jika 13,6 persen dari pasien tersebut mengalami sakit kepala.

Itu jauh di bawah mereka yang mengalami demam (87,9%), batuk kering (67,7%), dan kelelahan (38,1%).

Tetapi setara dengan orang yang mengalami sakit tenggorokan (13,9%) dan nyeri otot dan nyeri (14,8%).

Baca juga: Kaki Terasa Dingin? Perlu Waspada karena Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Begini Cara Meredakannya

"Tidak jarang orang mengalami sakit kepala ketika mereka terkena infeksi pernapasan," kata  pakar penyakit menular Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins, Amesh A. Adalja, M.D.

"Kemungkinan ini akibat dari peradangan sistemik yang terjadi di dalam tubuh," katanya.

Dia menjelaskan jika seseorang memiliki infeksi virus, tubuh memasang respons kekebalan untuk melawannya.

Sel-sel kekebalan di dalam tubuh kemudian melepaskan protein yang dikenal sebagai sitokin yang dapat menyebabkan peradangan dan demam, yang juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Sakit kepala juga bisa diperparah dengan faktor-faktor seperti tidak tidur nyenyak, tidak cukup makan, dan tidak minum cukup air saat sakit.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved