Breaking News:

Ali Kalora Tewas

Terkait Tewasnya Ali Kalora, Anwar Hafid Harap Gerakan Terorisme Tak Ada Lagi di Sulteng

Pemerintah dan ormas harus mampu memastikan pendekatan deradikalisasi berjalan baik untuk memutus mata rantai gerakan terorisme.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Tengah Anwar Hafidz 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Legislator Demokrat DPR RI Anwar Hafid berharap, gerakan Terorisme segera hilang di Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah.

Hal itu diutarakan Bupati Morowali 2007-2018 itu menanggapi tewasnya pimpinan Teroris Poso Ali Kalora dalam kontak senjata dengan Satgas Madago Raya.

“Kita berharap gerakan teroris bisa segera hilang dari bumi pertiwi, terutama mereka yang menggunakan cara-cara kekerasan atas nama agama,” kata pria kelahiran 14 Agustus 1969 itu via WhatsApp, Minggu (19/9/2021).

Anggota Parlemen asal Sulteng itu menyebutkan, pemerintah dan ormas harus mampu memastikan pendekatan deradikalisasi berjalan baik untuk memutus mata rantai gerakan Terorisme.

“Begitu pula tanggung jawab negara menghadirkan kesejahteraan dan kedamaian di Bumi Pertiwi mesti pula berjalan optimal agar negeri ini menjadi negeri yang diberkahi Allah SWT,” ujar alumni Pascasarjana UMI tersebut.

Baca juga: Ketua DPRD Sulteng: Insya Allah Irjen Rudy Tak Tinggalkan PR Lagi Buat Kapolda Berikutnya

Sebelumnya,pPemimpin kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso Ali Kalora dikabarkan tewas tertembak, Sabtu (18/9/2021) pukul 18.00 WITA.

Panglima Teroris Poso itu tewas bersama seorang teroris lainnya saat terlibat kontak tembak dengan personel Satgas Madago Raya di daerah Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Informasi dihimpun TribunPalu.com, TKP berada kurang lebih 5 Km dari TKP Buana Sari, lokasi tewasnya anggota MIT Poso bernama Abu Alim.

Di TKP, aparat menemukan barang bukti berupa satu pucuk senjata api (senpi) laras panjang jenis M16, satu bom tarik, 1 bom bakar dan sejumlah perlengkapan lainnya.

Ali Kalora adalah Teroris Poso yang memimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sepeninggal Santoso.

MIT sering beraksi di daerah Poso, Sulawesi Tengah.

Baca juga: 2 Teroris Poso Tewas, Berikut Deretan Aksi Kejahatan Ali Kalora Cs Selama Pandemi Covid-19

Aparat TNI-Polri tergabung dalam Satgas Madago Raya masih terus mengejar kelompok teroris tersebut.

Satgas Madago Raya saat ini masih menyisir pegunungan dipimpin Danrem 132/Tadulako Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf bersama Kapolda Sulteng Irjen Rudi Sufahriadi.

Tersisa empat orang kelompok Teroris Poso yang masih dalam pengejaran petugas.

Keempatnya adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias hasan Pranata, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved