Breaking News:

Ali Kalora Tewas

Pimpinan MIT Poso Tewas, Warga Desa Kalora: Jangan Kaitkan dengan Kampung Kami

Masyarakat Desa Kalora meminta kepada semua pihak tidak menyematkan nama kampung mereka sebagai identitas pimpinan kelompok MIT Poso.

Penulis: Moh Salam | Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Ari Fahry, masyarakat asli Desa Kalora, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU - Masyarakat Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, meminta kepada semua pihak tidak menyematkan nama kampung mereka sebagai identitas pimpinan kelompok MIT Poso.

Hal itu disampaikan seorang masyarakat asli Desa Kalora Ari Fahry, setelah tertembaknya pimpinan MIT Poso Ali beserta satu orang lainnya oleh Satgas Madago Raya.

Ia menolak dengan tegas nama Kalora dikait-kaitkan dengan pimpinan MIT Poso.

"Perkenalkan saya Ari Fahry, penduduk asli Kalora, meminta kepada seluruh instansi pers dan kepolisian, agar tidak mengidentifikasi kelompok Ali, dengan mengikutkan nama Kalora, Kalora adalah kampung kami," ungkap Ari Fahry, Senin (20/9/2021).

Kalora sebuah desa di Kabupaten Poso, Kecamatan Poso Pesisir Utara, bersebelahan dengan Desa Tambaran dan Kawende.

Baca juga: Ali Kalora Tewas, Kapolda Sulteng Minta 4 DPO Teroris Poso Serahkan Diri: Kita Kejar Sampai Tuntas

Baca juga: Berita Populer Sulteng: Jenazah Ali Kalora Tiba di Palu hingga Tanggapan Pengamat Terorisme

Dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Muhammadiyah Kota Palu itu menyebutkan, penyematan nama Kalora pada kelompok Ali, telah mengganggu secara sosial warga yang tinggal di Desa Kalora.

Menurutnya, Citra yang terbangun tentang Kalora, menjadi tidak baik beriringan dengan pemberitaan-pemberitaan media tentang aktivitas kelompok Ali selama ini.

"Saya mengkhawatirkan, citra yang muncul atas identifikasi yang disematkan oleh media selama ini, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja yang bisa saja merugikan masyarakat Kalora," tutur Dosen KPI Unismuh Palu itu.

Fahry yang juga tergabung dalam Presidium FUI Sulteng itu menegaskan, Ali bukanlah masyarakat asli Kalora.

"Sebagai catatan, Ali bukanlah penduduk asli Kalora, ia adalah pendatang yang kemudian tinggal dan menikah di Kalora," pungkas Ari Fahry.

Diketahui, pimpinan MIT Poso itu tewas dalam aksi baku tembak dengan Satgas Madago Raya.

Kedua anggota MIT itu antara lain Ali Kalora alias Ali Ahmad dan Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama.

Aksi kontak senjata itu terjadi di Desa Astina Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, (18/9/2021). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved