Breaking News:

3 Tahun Pascagempa

Demo di Polda Sulteng, Celebes Bergerak Tuntut Pembebasan 5 Pendemo dari Donggala

Puluhan massa aksi itu membentangkan kertas karton bertuliskan tuntutan pembebasan rekannya dan berorasi secara bergantian.

Penulis: Ketut Suta | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SUTA
Belasan pria tergabung dalam Celebes Bergerak berunjuk rasa di depan Mapolda Sulteng, Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (28/9/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Ketut Suta

TRIBUNPALU.COM, PALU - Belasan pria tergabung dalam Celebes Bergerak berunjuk rasa di depan Mapolda Sulteng, Jl Soekarno-Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (28/9/2021).

Mereka menuntut agar empat orang dari penyintas Serikat Loli Raya dan satu aktivis Celebes Bergerak dibebaskan tanpa bersyarat.

Kelima orang itu ditangkap Kepolisian Resor (Polres) Donggala saat berunjuk rasa di Desa Loli Tasiburi, Senin (27/09/2021).

Puluhan massa aksi itu membentangkan kertas karton bertuliskan tuntutan pembebasan rekannya dan berorasi secara bergantian.

Selain mendatangi Mapolda Sulteng, mereka juga mengadu ke Komda Komnas HAM Sulteng.

Baca juga: 3 Tahun Bencana Sulteng, Sahabat Masjid Ajak Warga Huntara Lere Palu Makan Bersama

Juru Bicara Massa Doni Moida mengatakan, pihaknya sudah memiliki daftar laporan ke Komnas HAM Sulteng terkait penangkapan itu.

"Proses pemeriksaan terhadap kawan kami di Polres Donggala tertutup, sehingga kami berupaya melakukan praperadilan atas kasus itu," kata Doni.

Menurutnya, tindakan Polres Donggala represif dan tidak dibenarkan.

Sementara aksi dilakukan Serikat Loli Raya merupakan merespon tiga tahun bencana alam di Sulteng.

"Itu menutut soal jaminan hidup penyintas dan Hunian Tetap," Kata Doni.

"Karena aksi penyintas itu belakangan ini hampir dilakukan setiap tahun juga, sebagai bentuk solidaritas," tuturnya menambahkan.

Baca juga: LIVE STREAMING: Cerita Lurah Petobo dan Balaroa 3 Tahun Pascagempa

Doni juga menyayangkan aksi penangkapan kepolisian karena kegiatan itu murni aspirasi warga yang tak terbendung.

"Bblokade jalan dilakukan oleh penyintas dianggap sebagai hal strategis. Untuk mengakomodasi Isu-isu serikat Loli Raya," ucap Doni.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved