Yusril Ihza Tegaskan Tak Bela Moeldoko: Saya Hanya Bela 4 Klien yang Dipecat dari Partai Demokrat

Yusril Ihza Mahendra mengaku tak mau ambil pusing dengan tudingan yang diarahkan kepadanya.

KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Yusril Ihza Mahendra, saat ditemui di kantornya, Kasablanka Office Tower, Jakarta, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Polemik yang terjadi dalam tubuh Partai Demokrat masih belum menemukan titik terang.

Kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kubu Moeldoko (KLB Deli Serdang) hingga saat ini masih terlibat perseteruan.

Terbaru, keduanya kembali saling tuding pasca advokat Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum bagi empat orang kader Demokrat kubu Moeldoko untuk mengajukan judicial review terkait AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020 ke Mahkamah Agung.

Andi Arief dari kubu AHY sempat mengatakan Yusril memihak kubu Moeldoko, karena pihaknya tak sanggup membayar jasanya senilai Rp100 miliar.

Bahkan, Minggu (3/10) kemarin, kubu AHY sampai menggelar konferensi pers dengan judul 'Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat' vs 'Moeldoko Berkoalisi dengan Yusril'.

Yusril mengaku tak mau ambil pusing dengan tudingan yang diarahkan kepadanya.

Baca juga: Upayanya Bela Moeldoko Dinilai Sia-sia, Yusril Mahendra: Pak Mahfud Pikirannya Ini Mau Dongkel AhY

Baca juga: Konflik Demokrat AHY vs Moeldoko, Mahfud MD: Gugatan Yusril Tidak Akan Ada Gunanya

Dia justru merasa aneh kubu AHY tak fokus kepada gugatan namun lebih fokus memainkan opini dan politik.

"Saya baca tadi. Memang aneh, Partai Demokrat (kubu AHY) nggak fokus ke gugatan, tapi memainkan politik dan opini. Saya nggak mau pusing dengan konferensi pers Partai Demokrat dan nggak mau pusing dengan koalisi-koalisian yang terkesan aneh tersebut," ujar Yusril, Senin (4/10).

Yusril yang merupakan Ketua Umum Partai Bulan Bintang menegaskan saat ini posisinya adalah advokat.

Karenanya fokus Yusril adalah menangani perkara yang telah didaftarkan di Mahkamah Agung.

"Kalau Partai Demokrat mau sibuk dengan gunjingan-gunjingan politik tiap hari, itu urusan mereka. Saya fokus kepada persoalan hukum , yang tinggal menunggu saja kapan Mahkamah Agung akan memutus perkara itu," katanya.

Dia juga enggan disebut mewakili atau merepresentasikan Moeldoko dalam pengajuan judicial review ke Mahkamah Agung.

Dikatakan Yusril, dia hanya membantu empat kliennya yang dipecat dari Partai Demokrat kubu AHY, dimana mereka meminta bantuannya untuk mengajukan gugatan.

Baca juga: Dituding Andi Arief Minta Bayaran Rp 100 M untuk Bela Kubu Moeldoko, Yusril: Prihatin

"Saya juga tidak mewakili Moeldoko mengajukan Judicial review ke Mahkamah Agung. Urusan saya adalah urusan klien 4 orang mantan anggota Partai Demokrat yang dipecat. Kalau Partai Demokrat pusing dengan Moeldoko terkait judicial review ini, biarkan saja. Yang mau pusing kan mereka. Saya sendiri nggak ambil pusing," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved