Breaking News:

UMKM Jadi Critical Engine PEN, Menko Optimalisasi Pusat Inkubasi Bisnis di Lingkungan Kampus

Di masa pandemi, UMKM terbukti menjadi critical engine yang berperan besar dalam pemulihan ekonomi nasional.

Penulis: Dimas Adi Satriyo | Editor: Putri Safitri
Handover
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 

TRIBUNPALU.COM - Semua negara berupaya untuk bangkit dari pandemi dan ini mendorong pemulihan ekonomi terjadi di berbagai negara.

Di Indonesia, indikator utama perekonomian mengonfirmasi kinerja pemulihan yang terus menunjukkan prospek perbaikan.

Diperkirakan keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 bisa mencapai 3,7% sampai 4,5%.

“Dampak pengetatan PPKM di bulan Juli 2021 bersifat sementara. Ini terlihat dari kembalinya ekspansi aktivitas PMI manufaktur bulan September di angka 52,2,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sosialiasi kredit usaha rakyat (KUR) Goes to Campus, secara virtual pada Selasa (12/10).

Menko Airlangga dalam Forum Dialog Sinar Mas – Economic Outlook 2022 bertajuk Sinergi Korporasi dan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Rabu (6/10/2021).
Menko Airlangga dalam Forum Dialog Sinar Mas – Economic Outlook 2022 bertajuk Sinergi Korporasi dan Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Nasional secara virtual, Rabu (6/10/2021). (Handover/Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

Baca juga: Menko Airlangga: Recovery Indeks Covid-19 Indonesia Terbaik di ASEAN

Baca juga: Menko PMK Imbau Masyarakat yang Tak Bisa Divaksin Covid -19 Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Acara tersebut diikuti oleh para mahasiswa dan akademisi dari Universitas Telkom, PKN STAN, Universitas Binawan, dan Politeknik STIA LAN Jakarta.

Di masa pandemi, UMKM terbukti menjadi critical engine yang berperan besar dalam Pemulihan Ekonomi Nasional.

Untuk itu, Pemerintah terus berupaya merumuskan kebijakan strategis bagi UMKM untuk mewujudkan kesejahteraan dan pemerataan yang salah satunya meningkatkan akses pembiayaan dengan menerbitkan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial atau rasio kredit UMKM bagi perbankan.

Sosialiasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Goes to Campus, secara virtual pada Selasa (12/10).
Sosialiasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Goes to Campus, secara virtual pada Selasa (12/10). (ekon.go.id)

Pemerintah melalui ketentuan ini memperluas cakupan pembiayaan kredit UMKM dengan memperhatikan keahlian dan model bisnis bank, di antaranya pembiayaan yang dapat dilakukan langsung melalui rantai pasok, lembaga jasa keuangan, pembelian surat berharga, dan pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Guna mempercepat pemulihan UMKM di masa pandemi, Pemerintah meningkatkan plafon KUR sebanyak dua kali di tahun 2021, yang pertama sebesar 220 triliun rupiah ke 253 triliun rupiah, dan terakhir ditingkatkan menjadi 285 triliun rupiah.

“Besarnya perhatian terhadap UMKM tidak hanya terwujud dalam pemberian suku bunga KUR yang rendah, tetapi juga ada tambahan subsidi bunga dari 6% menjadi 3% di tahun 2021. Ini juga diikuti dengan persyaratan yang dipermudah dan Kredit Tanpa Agunan dinaikkan dari 50 juta rupiah menjadi 100 juta rupiah,” jelas Menko Airlangga.

Baca juga: Cegah Lonjakan Kasus COVID-19, Menko Airlangga Evaluasi Mekanisme Kepulangan Atlet PON XX Papua

Baca juga: Menko Airlangga Harap Monash University Bentuk Generasi Muda Indonesia Berdaya Saing Tinggi

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved