Breaking News:

Trending Topic

AKP Jan Piter Napitupulu Dapat Karangan Bunga Usai Dicopot, Imbas Korban Preman Jadi Tersangka

AKP Jan Piter Napitupulu kena imbas akibat penetapan tersangka pedagang sayur yang dianiaya preman. Pascadicopot dari jabatan, ia dapat kiriman bunga

Editor: Putri Safitri
TRIBUN MEDAN/ALVI SUWITRA
papan bunga ucapan terima kasih di depan Makopolsek Percut Seituan, Kamis (14/10/2021). 

Dia menjelaskan, sejak Rabu pagi badan istrinya kurang fit.

Sore harinya, datang seorang pria berjaket yang membawa surat dan diterima langsung oleh istrinya.

Surat tersebut ternyata dari Polsek Percut Sei Tuan. Istrinya sempat bertanya apa isi surat tersebut dan dijawab pengantar surat itu agar membacanya lalu pergi.

"Tiba-tiba sore sampai surat panggilan dari Polsek bahwa dia jadi tersangka dalam laporan si Beni si pelaku itu. Jadi dari situ trauma dia, kayak jantungan. Jadi bertambahlah pendarahan karena jatuh memikirkan itu. Enggak sadar dia dari semalam," katanya.

Endang mengatakan, pendarahan di bagian jahitan bekas melahirkan tiga anak yang selalu dilakukan dengan operasi besar.

Endang Hura membenarkan istrinya menjadi tersangka. Awalnya, seorang pria berjaket datang ke rumah mereka membawa surat dan diterima langsung oleh Rosalinda.

Surat tersebut ternyata dari Polsek Percut Sei Tuan. Istrinya sempat bertanya isi surat tersebut dan dijawab pengantar surat itu agar membacanya sendiri lalu pergi.

"Tiba-tiba sore sampai surat panggilan dari polsek bahwa dia jadi tersangka dalam laporan si B, si pelaku itu. Jadi dari situ trauma dia, kayak jantungan. Jadi bertambahlah pendarahan karena jatuh memikirkan itu. Enggak sadar dia dari semalam," ujar Tak Endang, Kamis (7/10/2021) malam.

Tak Endang berulang kali membujuk istrinya agak tidak terlampau stres memikirkan masalah tersebut dan menyebut surat itu hanya untuk menakut-nakuti.

"Di kepalaku ini, di telingaku masih ada bekas kaki orang itu', kata sang istri.

Untuk menenangkan Rosalinda, mereka akhirnya mengubungi pengacara.

Dikasih tahu pengacara; "ya memang gitulah hukum, karena orang itu melapor. Biar pun orang itu tersangka, dari laporan mereka adalah kau juga jadi tersangka."

"Dari situ enggak tenang dia," ujar Endang.

'Masa orang itu yang mengeroyok saya, kenapa saya dipenjara," ujar istrinya.

"Jadi itu aja pikiran dia. Jadi trauma dia ini," kata Tak Endang.

Tak Endang mengatakan, saat kejadian, yang dipukuli oleh pelaku adalah istri dan anaknya yang masih berumur 13 tahun. Tangan kanan anaknya sempat bengkak.

Tak Endang berkali-kali membawa anaknya ke tukang pijat agar tidak terus menangis.

Selesai mengurus anaknya, dia lalu mengurus istrinya yang juga sakit karena penganiayaan itu.

Pada saat Endang sibuk mengurus anak dan istrinya, sempat dua kali dari pihak pelaku datang ke rumahnya untuk mengajak berdamai.

Karena kesibukannya, Tak Endang mengatakan bahwa saat itu sedang fokus untuk menyembuhkan istri dan anaknya. Untuk masalah perdamaian, kata dia, sebaiknya bicara dengan pengacaranya.

Sebelum surat penetapan tersangka, pada 25 September juga datang surat panggilan yang ditujukan kepada Rosalinda dan anaknya yang berusia 13 tahun untuk datang pada 28 September 2021.

Panggilan itu dipenuhi dengan didampingi pengacara.

Saat itu polisi mengatakan bahwa istrinya sebagai saksi jika tidak ada melakukan pemukulan.

Namun, ternyata surat panggilan terakhir, istrinya sebagai tersangka.

"Saat ini yang paling saya harapkan adalah selesainya masalah. Istri dan anaknya mendapatkan keadilan," ujar Endang.

Saat ini Tak Endang sedang menemani Rosalinda yang sedang opname di Klinik Pasar 9 Tembung.

"Karena lagi pendarahan dia, terpaksalah opname gara-gara pukulan preman yang beberapa hari lalu di Pajak Gambir," kata Tak Endang.

"Saat ini yang paling saya harapkan adalah selesainya masalah. Istri dan anak aku mendapatkan keadilan," katanya.

(TRIBUNMEDAN / TRIBUNPALU)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved