Trending Topic
Novel Baswedan Sebut Isu 'Taliban' di KPK Serangan Sistematis Koruptor: Pecah Persepsi Publik
Novel Baswedan mengungkapkan serangan sistematis yang melemahkan, mulai dari isu 'Taliban" hingga Alih Status Pegawai KPK.
TRIBUNPALU.COM - Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengungkapkan serangan sistematis yang melemahkan, mulai dari isu 'Taliban" hingga Alih Status Pegawai KPK.
Novel Baswedan mengatakan, meski serangan jauh meningkat setelah KPK mulai menangani korupsi di sektor Sumber Daya Alam (SDA), namun KPK relatif bisa mengatasinya karena dukungan luar biasa dari masyarakat.
Menurutnya serangan sistematis dilakukan di antaranya untuk menjauhkan KPK dari masyarakat.
Novel Baswedan mengatakan isu yang pertama kali dimunculkan untuk menjauhkan masyarakat dari KPK adalah isu adanya kelompok Radikal di KPK atau "Taliban".
Baca juga: Sedih, Detik-detik Bendera Merah Putih Diganti Logo PBSI saat Indonesia Juara Piala Thomas 2021
Baca juga: 4 Fakta Unik Thomas Cup 2020; Dukungan Bocah, Wasit Cantik, Laga Berdarah dan Tanpa sang Merah Putih
Baca juga: Siapa Itu Jonatan Christie? Penentu Indonesia Juara Piala Thomas, Diwarisi Raket Taufik Hidayat
Hingga kini ia mengaku tidak tahu apakah para koruptor dan oknum di balik serangan sistematis tersebut melakukan riset terlebih dahulu terkait dengan isu kelompok Radikal tersebut.
Hal tersebut disampaikannya dalam kanal Youtube resmi Novel Baswedan pada Minggu (17/10/2021).
"Tapi ternyata pemilihan isu itu sangat bagus dilakukan, benar-benar efektif karena kemudian bisa memecah dukungan dan membuat persepsi di publik yang luar biasa," kata Novel Baswedan.
Awalnya, Novel Baswedan dan kawan-kawannya di KPK tidak pernah mau terjebak dengan pembicaraan terkait isu kelompok Radikal atau "Taliban".
Hal itu karena, menurutnya isu tersebut jelas pembohongan, fitnah, dan jauh dari fakta.
Isu tersebut, kata dia, membuat seolah di KPK hanya orang muslim saja yang bekerja, padahal kenyataannya tidak begitu.
Di KPK, kata dia, para pegawainya terdiri dari berbagai suku, etnis, dan agama, yang bekerja dengan semangat dan kesungguhan.
Baca juga: Final Thomas Cup 2020: Jonatan Menang, Akhirnya Indonesia Naik Podium setelah Gelar Terakhir di 2002
Baca juga: Apa Itu Thomas Cup? Baru Saja Diraih Indonesia, Ternyata Punya Sejarah Panjang di Dunia Bulu Tangkis
Novel Baswedan mengatakan para pegawai tersebut ketika memberantas korupsi tahu bahwa risikonya adalah akan diserang balik oleh orang-orang yang orang-orang yang mempunyai kekuasaan dan mempunyai kekayaan sumber daya ekonomi.
Ketika serangan tersebut dilakukan, kata dia, pasti dampaknya luar biasa.
Ketika ia dan teman-temannya bekerja dengan resiko sebesar itu, lanjut dia, maka sangat wajar banyak di antara mereka memilih benar-benar mencari perlindugan yang terbaik yaitu dari Tuhan.
Untuk itu, kata dia, para pegawai KPK selalu berupaya memperbaiki ibadah, komunikasi dengan Tuhan, dan berdoa.