Breaking News:

Palu Hari Ini

Penyintas di Huntap Duyu Palu Butuh Masjid

Penyintas di wilayahnya lebih membutuhkan masjid untuk menunaikan salat dan aktivitas keagamaan lainnya. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: Putri Safitri
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Suasana Huntap Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (20/10/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Penyintas di Hunian Tetap (Huntap) Duyu, Jl Gunung Gawalise, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menyayangkan pemerintah membangun taman dibanding masjid di kawasan itu. 

Ketua Forum Warga Huntap Duyu Peduli Aida mengatakan, Penyintas di wilayahnya lebih membutuhkan masjid untuk menunaikan salat dan aktivitas keagamaan lainnya. 

Sementara, kata dia, taman hanyalah sebagai fasilitas penunjang bahkan dijadikan tempat pesta minuman keras (miras) oleh orang-orang tak bertanggung jawab. 

"Pembangunan taman selalu ditonjolkan, padahal itu bukan kebutuhan mendesak penyintas. Kami butuh masjid agar bisa salat dan anak-anak ada tempat untuk mengaji," ujar Ida, sapaannya, Rabu (20/10/2021). 

Baca juga: Warga Sebut Taman Huntap Duyu Palu Kerap jadi Tempat Pesta Miras

Di Kelurahan Duyu sebenarnya terdapat dua masjid. 

Namun lokasinya jauh dari Kompleks Huntap.

Penyintas di Huntas kelurahan tersebut selama ini hanya menunaikan salat di kediaman masing-masing. 

"Pemerintah tolonglah, kami ini bukan orang kafir. Kami tidak tahu waktu salat karena suara masjid dari sini jauh. Bukan berarti kami tidak mendukung keberadaan taman di kawasan Huntap," tutur Ida. 

Baca juga: Pemuda Asal Kecamatan Batui Banggai Diringkus karena Diduga Edarkan 9 Paket Sabu

Pembangunan taman di kawasan Huntap adalah upaya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penghijauan. 

Kementerian PUPR menyediakan sedikitnya 30 persen Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada kawasan Huntap, termasuk di Kelurahan Duyu

Hal ini dilakukan agar kawasan Huntap bagi korban bencanagempa 2018 tidak gersang dan kering kerontang.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved