Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Guru Besar di Perserikatan Muhammadiyah Harus Jadi Pemberi Manfaat di Alam Semesta

Menjadi guru besar di Perserikatan Muhammadiyah harus jadi sosok pemberi manfaat di alam semesta.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Haqir Muhakir
Handover/Humas Unismuh Palu
Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu Prof Rajindra dikukuhkan sebagai guru besar se-Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (27/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Menjadi guru besar di Perserikatan Muhammadiyah harus jadi sosok pemberi manfaat di alam semesta.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir.

Dia mengatakan, menjadi guru besar di Perserikatan Muhammadiyah dengan etos keislaman yang ulil albab, harus menjadi sosok yang berfikir secara mendalam, luas, banyak perspektif dan memberi kemanfaatan dan kemaslahatan bagi alam semesta.

“Nilai manusia itu adalah kemanfaatannya. Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberikan manfaat bagi sesama dan lingkungannya,” tegas Haedar Nashir, Rabu (27/10/2021).

Menurut dia, menjadi guru besar di Perserikatan Muhammadiyah bukan hanya meraih pangkat yang tinggi tetapi juga harus bermanfaat untuk semua.

Maka kata Haedar, menjadi guru besar adalah memancarkan ilmu dan pengalaman keilmuan yang diraih dalam perjalanan panjang untuk bersama-sama mencerahkan dan mencerdasakan akal budi, karakter dan alam pikiran masyarakat luas.

“Sehingga kehadirannya tidak berada di menara gading tapi membumi, sebagai ulil albab,” ujarnya.

Sebelumnya,Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Palu Prof Rajindra dikukuhkan sebagai guru besar pertama di perguruan tinggi swasta Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu (27/10/2021).

Prof Rajindra dikukuhkan menjadi guru besar bidang Ilmu Manajemen di Islamic Centre Unimuh Palu, Jl Hangtua, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulteng

Dalam pengukuhan tersebut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengingatkan pentingnya kejujuran dalam pekerjaan serta dalam meraih apa yang akan dicapai.

“Belajar dari keuletan, kegigihan dan kesungguhan Profesor Rajindra yang dapat meraih profesor dengan cara-cara yang benar. Jangan pernah ada yang instan, tapi tetaplah mengikuti prosedur yang ditetapkan,” Jelas Haedar Nashir.

Haedar Nashir juga berpesan bahwa bangsa ini masih membutuhkan usaha dan memanfaatkan nilai manusia.

Sehingga bisa menjadi bangsa yang cerdas dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dia menegaskan, jangan sampai elit bangsa karena kurang memperoleh sinar ilmu, kemudian menjadi warga bangsa dan elit bangsa yang mengalami proses pembodohan atau membodohkan orang banyak karena berpikir tidak logis, tidak faktual, tidak ilmiah serta tidak berada pada asas kebenaran yang menjadi standar banyak orang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved