Breaking News:

Transplantasi Ginjal Babi Dapat Membantu Menyelamatkan Nyawa Manusia? Begini Kata Ahli Bedah di NYU

Dokter di NYU Langone Health telah berhasil menyelesaikan transplantasi ginjal non-manusia pertama ke tubuh manusia pada bulan lalu.

Pixabay/Marionburn
Ilustrasi - Dokter di NYU Langone Health telah berhasil menyelesaikan transplantasi ginjal non-manusia pertama ke tubuh manusia pada bulan lalu. 

TRIBUNPALU.COM - Dokter di NYU Langone Health telah berhasil menyelesaikan transplantasi ginjal non-manusia pertama ke tubuh manusia pada bulan lalu.

Menurut pernyataan baru-baru ini, prosedur yang dikenal sebagai 'xenotransplantasi' ini menggunakan ginjal yang diperoleh dari babi hasil rekayasa genetika yang dipasang pada pasien yang menggunakan ventilator.

Tidak ada tanda penolakan

Profesor Bedah dan Ketua Departemen Bedah di NYU Langone, Robert Montgomery, serta Direktur Institut Transplantasi Langone NYU, Leon Pachter pun memimpin tim bedah selama 2 jam operasi.

Selama periode transplantasi dan pengamatan, para peneliti tidak mendeteksi tanda-tanda penolakan kekebalan pada tubuh pasien.

Ini menandai sisi positif dalam penggunaan organ hewan untuk membantu pasien manusia.

"Penelitian ini memberikan harapan baru untuk pasokan organ yang tidak terbatas, pengubah permainan potensial untuk bidang transplantasi dan orang-orang yang kini sekarat karena kekurangan organ," kata Montgomery dalam sebuah pernyataan.

Kebutuhan 'signifikan' terkait organ

Dikutip dari laman Healthline, Kamis (28/10/2021), menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), pada hari tertentu, ada sekitar 75.000 orang yang menunggu untuk mendapatkan organ.

Namun, hanya sekitar 8.000 donor organ dari mereka yang telah meninggal yang tersedia setiap tahunnya.

Baca juga: Ahli Bedah AS Berhasil Menguji Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved