Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Konsumsi Solar Subsidi di Sulteng Meningkat, Ini Daftar Kendaraan yang Berhak

Pertamina terus mendorong penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) khususnya solar subsidi agar tetap sasaran. 

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
Kontan/Carolus Agus Waluyo
ILUSTRASI pengisian BBM di SPBU Pertamina 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pertamina mencatat kenaikan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) produk Solar subsidi sebesar 15 persen per September hingga Oktober 2021.

Hal ini seiring penurunan level Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hampir di seluruh wilayah, termasuk Sulawesi Tengah

Pertamina terus mendorong penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) khususnya solar subsidi agar tetap sasaran. 

Dalam keterangan resmi Pertamina diterima TribunPalu.com, Jumat (29/10/2021), penyaluran BBM jenis Solar Subsidi ini telah diatur dalam regulasi pemerintah. 

Regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 69 Tahun 2021 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak.

Baca juga: Viral Aksi Heroik Supir Saat Lihat Api di Pom Bensin, Lari Selamatkan Truk Tangki Pertamina

"Penerima manfaat solar subsidi ini dibagi ke beberapa sektor di antaranya Usaha Mikro, Usaha Perikanan, Usaha Pertanian, Transportasi dan juga pelayanan umum,” ungkap Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Laode Syarifuddin melalui rilis tertulisnya, Sabtu (30/10/2021).

Laode menuturkan, pihaknya menyiapkan build up stock sebesar 20% dari hasil koordinasi dengan BPH Migas untuk dapat melakukan relaksasi kuota solar. 

Adapun kebutuhan mesin perkakas usaha mikro, kapal ikan dengan ukuran mesin maksimum 30 GT, pembudidaya ikan skala kecil (kincir) dan pertanian dengan luas maksimal dua hektar membutuhkan verifikasi dan rekomendasi instansi terkait untuk dapat membeli Solar Subsidi.

Demikian pula peternakan menggunakan mesin pertanian, proses pembakaran, penerangan di krematorium, panti asuhan, tempat ibadah, panti jompo, rumah sakit tipe C, D dan puskesmas. 

Untuk sektor transportasi laut, Solar subsidi digunakan untuk transportasi air yang menggunakan motor tempel dengan verifikasi dan rekomendasi instansi terkait. 

Baca juga: 10 Fakta Hubungan Terlarang Petinggi Pertamina dengan Siswi SMP: Beraksi di Mobil Hingga Hamil

"Sarana transportasi laut berupa angkutan umum atau penumpang, sungai, danau, penyeberangan dan kapal pelayaran rakyat/perintis berdasarkan kuota yang ditetapkan pemerintah," ujar Laode. 

"Di sisi transportasi darat, solar subsidi diperuntukkan bagi transportasi orang atau barang plat hitam dan kuning (kecuali mobil pengangkutan hasil kegiatan perkebunan dan pertambangan dengan jumlah roda lebih dari enam), mobil ambulance, mobil pemadam kebakaran, pengangkut sampah dan kereta api umum penumpang maupun barang,” ucapnya menambahkan.(*) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved