Jumat, 5 Juni 2026

HUT Bangkep

Sejarah Singkat Berdirinya Kabupaten Banggai Kepulauan

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Bangkep Rusdin Sinaling membacakan sejarah singkat berdirinya kabupaten yang berjuluk Tano Peling ini.

Tayang:
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/NAWI
Bupati Bangkep Rais D Adam menjadi inspektur upacara pada peringatan HUT ke 22 di Lapangan Kantor Bupati Bangkep Jl Bukit Trikora Salakan, Rabu (3/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah menggelar upacara peringatan HUT ke 22, Rabu (3/11/2021).

Upacara yang dilaksanakan di lapangan kantor bupati, Jl Bukit Trikora, Salakan, itu dipimpin Bupati Bangkep Rais D Adam.

Juga dihadiri pimpinan daerah tetangga dan OPD Lingkup Pemkab Bangkep.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Bangkep Rusdin Sinaling membacakan sejarah singkat berdirinya kabupaten yang berjuluk Tano Peling ini.

Berikut sejarah singkatnya:

Secara historis tentunya merupakan bagian dari sejarah Kerajaan Banggai.

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam kitab 'Negara Kertagama' yang ditulis oleh Empu Prapanca pada tahun Saka 1476 atau 1365 masehi.

Juga berasal dari kabupaten induk, yaitu Kabupaten Banggai yang didirikan berdasarkan UU 29/1959 tanggal 4 Juli 1959 tentang pembentukan daerah-daerah tingkat II Sulawesi.

Termologi "Banggai" adalah kata yang mempunyai makna mendalam dalam pengertian sejarah kehidupan masyarakat Banggai.

Baca juga: Harapan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di HUT Ke 22 Bangkep

Asal kata dari Banggai sebagaimana disebutkan pada syair Nomor 14 bait kelima Kitab Negarakertagama.

Juga berasal kata Banggapi dari pelapalan dialek Peling yang artinya makhluk hidup atau manusia.

Banggapi yang berarti makhluk manusia kemudian hidup dan berkembang membentuk suatu kesatuan atau komunitas hidup di suatu tempat yang disebut Peling.

Peling artinya sejenis rumpun bambu yang berwarna kuning.

Wilayah Peling ini terletak di suatu tempat yang saat ini diberi nama Bulagi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved