HUT Bangkep
Sejarah Singkat Berdirinya Kabupaten Banggai Kepulauan
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Bangkep Rusdin Sinaling membacakan sejarah singkat berdirinya kabupaten yang berjuluk Tano Peling ini.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
Empat raja-raja di Pulau Banggai Basalo yang sekarang dikenal dengan sebutan Basalo Sangkap.
Kerajaan-kerajaan yang terbentuk baik di Pulau Peling maupun di Pulau Banggai mereka hidup rukun dan damai karena disadari bahwa mereka berasal dari satu rumpun.
Ketika Portugis melaksanakan penyerangan ke Ternate di tahun 1575, maka Ternate yang dipimpin Sultan Babullah yang menjabat dari tahun 1570-1583 meminta bantuan dari kerajaan Kediri dan dikirimlah Adi Tjokro sebagai panglima perang.
Sehingga Portugis dapat dikalahkan dan dipaksakan untuk menandatangani perjanjian kerjasama dengan tidak mencampuri urusan kesultanan Ternate.
Namun oleh Portugis mengkawinkan putri bangsawan yang bernama Kastelia dengan Adi Tjokro, kemudian melahirkan seorang anak laki-laki bernama Maulana Frins Mandapar.
Dalam dekade transisi tahun 1580-1600, Sultan Babullah mengirim Adi Tjokro atau dalam dialek Banggai disebut Adi Soko atau Mbumbu Doi Jawa untuk memperbaiki sistem pemerintahan di Banggai dan mempersatukan kerajaan-kerajaan yang ada di Pulau Banggai maupun di Pulau Peling secara damai di bawah kerajaan di Banggai Darat.
Juga mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil seperti kerajaan Tompotika, daerah Tanjung Api sampai Sungai Bongka, Kerajaan Motindok, Bola-Lowa, dan Gori Gori.
Adi Jtokro dalam melaksanakan titah Sultan Baabullah untuk memperbaiki dan membantu menata sistem pemerintahan kerajaan Banggai yang lebih modern, demokrat, dan demokrasi selama kurun waktu 15 tahun (1580-1590 M), setelah itu beliau kembali ke Kerajaan Kediri.
Dalam kefakuman pemerintahan kerajaan Banggai ketika itu, maka oleh Adi Tjokro memerintahkan kepada Basalo Sangkap menjemput Maulana Frins Mandapar, anaknya yang pertama di Ternate untuk menjabat raja pertama di Banggai.
Kemudian dilantik oleh Sultan Ternate ke 27, Sultan Said Udin Barkat Syah pada tanggal 16 Mei 1602, dan tahun penobatan tersebut dijadikan hari jadi kerajaan Banggai.
Dalam sejarah disebutkan bahwa raja-raja Banggai yang pernah memerintah di kerajaan Banggai sebanyak 21 orang.
Yaitu Maula Frins Mandapar (1600-1625) dan diakhiri oleh Nurdin Daud sebagai raja yang ke-20 dan dilantik pada 5 Mei 1940.
Baca juga: Kisah Sukses Anak Kaki Gunung Mahameru di Bangkep, Eko: Kuncinya Harus Tekun, Sabar, dan Berani
Karena beliau saat itu masih berusia 21 tahun, maka roda pemerintahan dijalankan oleh Syukuran Aminuddin Amir sebagai pelaksana harian kerajaan Banggai, dan selanjutnya beliau dikukuhkan sebagai raja Banggai ke-21.
Selanjutnya pada tahun 1924, kerajaan Banggai dibagi menjadi dua onderafdeling, yaitu orderafdeling Banggai Laut dengan ibu kota Banggai dan onderafdeling Banggai Darat dengan Ibu Kota Luwuk.
Raja Banggai tetap berkedudukan di Banggai sedangkan pemerintahan Belanda di Luwuk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/hut-bangkep.jpg)