HUT Bangkep
Sejarah Singkat Berdirinya Kabupaten Banggai Kepulauan
Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Bangkep Rusdin Sinaling membacakan sejarah singkat berdirinya kabupaten yang berjuluk Tano Peling ini.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
Di wilayah inilah untuk pertama kali dibentuk suatu negeri (zaman kerajaan kuno) dengan sebutan Lipu Babasal, dijuluki lagi Lipu Tumbe yang artinya negeri pertama atau tempat permulaan.
Seiring dengan perjalanan waktu dan tingkat populasi manusia, terjadilan penyebaran penduduk.
Sehingga kata Banggapi melebur menjadi 2 suku kata, yaitu Banggai dan Gapi.
Keduanya memiliki keunikan dan pengertian masing-masing.
Kata Banggai kemudian menjadi nama sebuah Pulau, suatu negeri dan suku bangsa.
Yaitu Pulau Banggai, Kerajaan Banggai dan Suku Banggai.
Sedangkan Gapi menjadi nama pulau tempat asal dari Banggapi, rumpun bambu berwarna kuning atau disebut Peling.
Sejarah di atas dapat dibuktikan dengan menengok ke belakang sekitar 484 tahun silam.
Tepatnya pada tahun 1529, seorang bendaharawan bangsa Spanyol yang berkumim di Tidore melapor kepada kaisar Karel V tentang keberadaan Banggai dan Gapi.
Di samping itu disebutkan juga dalam Aksara Lontara Perjanjian Bongaya pada tanggal 3 November 1667 di masa pemerintahan Sultan Hasanuddin tentang Banggai dan Gapi.
Kemudian daerah ini diabadikan namanya menjadi Pulau Peling.
Berabad-abad lamanya dengan tingkat kepadatan penduduk di Lipu Babasal dalam perkembangan selanjutnya maka di bagian barat Pulau Peling berdiri 2 kerajaan Bulagi.
Di Pulau Peling bagian tengah terbentuk kerajaan Sisipan, Kadupang dan Lipu Tomundo.
Baca juga: DPRD Sebut Masyarakat Bangkep Belum Merdeka di HUT Daerah Ke-22
Di bagian timur terbentuk kerajaan Bongganan dan Bebengketan.
Di pulau Banggai berdiri 4 kerajaan, yaitu kerajaan Bobulau di Dodung, Kokini di Tano Bonunungan, Singgolok di Gong-gong, dan Ketapean di Monsongan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/hut-bangkep.jpg)