Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan Ginjal: Bisa Turunkan Kadar Timbal di Dalam Darah
Berikut ini kami sampaikan informasi tentang manfaat ketumbar untuk kesehatan ginjal.
Manfaat Ketumbar untuk Kesehatan Ginjal, Salah Satunya Bisa Turunkan Kadar Timbal Darah
TRIBUNPALU.COM - Berikut ini kami sampaikan informasi tentang manfaat ketumbar untuk kesehatan ginjal.
Ginjal merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusia ataupun hewan mamalia.
Melansir dari laman Kontan, ginjal memiliki fungsi untuk proses sekresi, yakni membuang serta mengolah sisa metabolisme dan racun dalam tubuh.
Sehingga Anda perlu menjaga kesehatan ginjal sebaik mungkin.
Cara mudahnya ialah dengan menjaga asupan cairan dalam tubuh.
Ginjal pada tubuh manusia terdiri dari dua bagian.
Jika salah satunya tidak berfungsi, maka proses metabolisme dalam tubuh akan terganggu.
Langkah menjaga kesehatan ginjal dapat dimulai dari hal kecil, dengan menjaga pola makan yang baik.
Apabila Anda ingin meminimalisr gangguan pada ginjal, Anda juga bisa mengonsumsi ketumbar.
Baca juga: Buat Ramuan Ketumbar untuk Bantu Atasi Diare dan Jaga Kesehatan Usus, Begini Caranya
Baca juga: Kenali Gejala Trigliserida Tinggi, Coba Atasi dengan Memanfaatkan Biji Ketumbar
Dalam penelitian Journal of Ethnopharmacology yang diunggah oleh SFGate, pada 2011 ditemukan terdapat manfaat ketumbar bagi ginjal mamalia.
Hewan yang diuji coba mengonsumsi ketumbar selama kurang lebih 25 hari bisa menurunkan kadar timbal.
Perlu diketahui bahwa timbal merupakan salah satu logam berat yang bisa menyebabkan kerusakan syaraf manusia.
Sehingga saat hewan uji coba tersebut diberi makanan yang mengandung ketumbar, prosentase kerusakan ginjalnya menurun.
Para peneliti sepakat memberikan hipotesis, ketumbar dapat meminimalisir gangguan kerusakan ginjal pada manusia.
Tak hanya itu, ketumbar juga bisa menurunkan kadar merkuri dalam tubuh.
Kadar merkuri merupakan jenis logam beracun yang bisa menurunkan kinerja ginjal.
Terutama saat ginjal menyaring kotoran dan meningkatkan risiko penyakit ginjal.
Dalam penelitian lain yang diterbitkan oleh Journal of Experimental Biology, disebutkan jika ketumbar bisa mencegah kerusakan ginjal karena penyakit diabetes.
Hal itu dikarenakan ketumbar memiliki kekuatan untuk menghambat kerusakan oksidatif pada ginjal dalam menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
Meski penelitian tersebut mengatakan ketumbar bisa mengatasi gangguan ginjal, harus dipahami kembali bahwa objek penelitian tersebut masih terbatas pada hewan.
Sehingga masih menjadi hipotesis jika ketumbar juga memiliki fungsi yang sama pada tubuh manusia.
Hingga kini belum ada penelitian secara utuh yang menjadikan manusia sebagai objeknya.
Baca juga: Cara Mengatasi Rambut Rontok dengan Memanfaatkan Ketumbar, Lakukan Hal Ini Secara Berkala
Baca juga: Manfaat Ketumbar untuk Wanita: Sebagai Obat Diet Alami, Kecantikan Kulit hingga Kesehatan Miss V
Gejala Adanya Penyakit Ginjal
Melansir dari laman Kompas, ginjal memiliki fungsi sebagai saringan ampas metabolisme dalam tubuh.
Bahkan ginjal yang terbagi menjadi dua bagian itu juga membantu mengatur tekanan darah.
Gejala yang ditimbulkan dari gangguan kesehatan ini diantaranya ialah mual, muntah, tidak berselera makan dan merasa kelelahan.
Tak hanya itu, seseorang yang memiliki riwayat gangguan ginjal juga memiliki masalah tidur, perubahan banyaknya air kecil, kram otot, kaki bengkak, gatal, nyeri dada hingga napas tersenggal-senggal.
Penyakit ginjal memiliki gejala secara psikis yang ditandai dengan menurunnya ketajaman mental.
Namun Anda perlu menyadari, apabila gejala yang ditimbulkan dari penyakit ginjal sering kali tidak begitu spesifik.
Sehingga berkemungkinan, penyakit ginjal justru dikarenakan oleh penyakit-penyakit lainnya.
Baca juga: 5 Cara Alami Atasi Luka Melepuh di Lidah, Manfaatkan Biji Ketumbar hingga Kunyit
Baca juga: Manfaat Ketumbar: Atasi Ketidakseimbangan Hormon Tiroid yang Timbulkan Obesitas hingga Jantung
Penyebab Adanya Penyakit Ginjal
Beberapa penyebab penyakit ginjal yang harus Anda ketahui antara lain:
a. Diabetes tipe 1 atau tipe 2
b. Tekanan darah tinggi
c. Glomerulonefritis, peradangan pada unit penyaringan ginjal (glomeruli)
d. Nefritis interstisial, radang tubulus ginjal dan struktur di sekitarnya
e. Penyakit ginjal polikistik Obstruksi saluran kemih yang berkepanjangan, dari kondisi seperti pembesaran prostat, batu ginjal dan beberapa jenis kanker
f. Refluks Vesicoureteral, suatu kondisi yang menyebabkan urin kembali ke ginjal Anda
g. Infeksi ginjal berulang, juga disebut pielonefritis
(TribunPalu.com/Hakim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-ginjal.jpg)