Breaking News:

Trending Topic

MUI Haramkan Uang Kripto: Mengandung Gharar, Dharar dan Bertentangan dengan UU

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan hukum penggunaan mata uang kripto di Indonesia.

Editor: Putri Safitri
PEXELS/WORLDSPECTRUM/Kompas.com via Tribunnews.com
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, Cryptocurrency Ethereum 

TRIBUNPALU.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan hukum penggunaan mata uang kripto di Indonesia.

MUI menegaskan, penggunaan Cryptocurrency atau uang kripto hukumnya haram.

Keputusan tersebut direkomendasikan dalam forum Ijtima VII Ulama yang digelar tiga hari di Hotel Sultan, Jakarta, sejak Selasa (9/11) hingga Kamis (11/11/2021).

Topik mengenai mata uang kripto itu dibahas pada Komisi Fikih Kontemporer di Forum Ijtima Ulama.

Ketua MUI bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh mengatakan, jual beli uang kripto haram dilakukan di Indonesia karena bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17 tahun 2015.

"Terkait hukum Cryptocurrency dari musyawarah yang sudah ditetapkan ada tiga diktum hukum. Penggunaan Cryptocurrency sebagai mata uang hukumnya haram karena mengandung gharar, dharar dan bertentangan dengan Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 dan Peraturan Bank Indonesia nomor 17 tahun 2015," ujar Asrorun di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Baca juga: Daftar Harga HP Xiaomi Terbaru November 2021: Redmi Note 10 Seharga Rp2,4 Jutaan

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Sabtu 13 November: Leo Jangan Ambil Keputusan, Virgo Harus Berkepala Dingin

Selain itu Asrorun mengungkapkan Cryptocurrency sebagai komoditi atau aset digital tidak sah diperjualbelikan karena mengandung gharar, dharar, qimar dan tidak memenuhi syarat sil'ah secara syar’i.

Syarat sil'ah secara syar’i, kata Asrorun, mencakup keberadaan wujud fisik, memiliki nilai, diketahui jumlahnya secara pasti, hak milik dan bisa diserahkan ke pembeli.

"Cryptocurrency sebagai komoditi/aset yang memenuhi syarat sebagai sil'ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas sah untuk diperjualbelikan," kata Asrorun.

Sebagai informasi, di Indonesia aset kripto masih dilarang sebagai alat bayar.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved