Pilpres 2024

Golkar Hanya Terima Ganjar Sebagai Wakil Airlangga di Pilpres 2024: Jangan Langsung Jadi Pemilik

Partai Golkar siap menerima Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mendatang.

Editor: Muh Ruliansyah
handover
Dalam acara Haul Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten, Jumat (24/9/2021), Menko Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Airlangga dan Ganjar bertemu di Rumah Eyang Reksodiharjo, di Jatinom, Klaten. 

TRIBUNPALU.COM - Partai Golkar siap menerima Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 mendatang.

Namun, partai berlambang pohon beringin itu hanya menerima Ganjar Pranowo sebagai wapres.

Sementara capres yang akan diusung Partai Golkar adalah Ketua Umum Airlangga Hartarto.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurdin Halid.

Baca juga: Golkar Tutup Peluang Usung Ganjar Jadi Capres, Nurdin Halid: Karpet Kuning Hanya untuk Airlangga

Nurdin Halid juga menyebut, Partai Golkar siap menerima Ganjar Pranowo dengan catatan dia tak dicalonkan PDI-P.

"Untuk masuk rumah baru, namanya juga kontrakan, jangan langsung menjadi pemilik. Bersiaplah menjadi wakil daripada Pak Airlangga," katanya saat diskusi acara "Satu Meja" dikutip akun YouTube Kompas TV, Kamis (18/11/2021).

Nurdin Halid bilang, Partai Golkar tetap solid mengusung Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai calon presiden 2024.

Dikatakannya, pernyataannya terkait Partai Golkar siap menampung Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024, dimaksudkan juga untuk memotivasi para relawan Ganjar Pranowo yang mulai bermunculan.

"Saya katakan, Ganjaris (salah satu relawan Ganjar Presiden 2024) jangan berputus asa, maju terus. Ada Partai Golkar ketika atau kalau Pak Ganjar tidak mendapat tempat di rumahnya, maka ada Golkar sebagai rumah baru," ujarnya.

Baca juga: Prabowo, Megawati, dan Puan Adakan Pertemuan, PDIP dan Gerindra Berkoalisi di Pilpres 2024?

Nurdin Halid menampik pernyataannya kalau Partai Golkar tidak pede mencalonkan Airlangga Hartarto dalam Pilpres 2024 lantaran elektabilitas lebih rendah dari Ganjar Pranowo.

"Pendapat itu adalah pendapat yang menggunakan nalar yang rendah. Mengapa rendah? kita belum bisa ukur sekarang dari sisi elektabilitas," katanya.

Dikatakan Nurdin Halid, Airlangga Hartarto justru belum sama sekali melakukan kerja-kerja dalam rangka dirinya menuju Pilpres 2024.

Airlangga Hartarto justru saat ini masih fokus menjalankan tugasnya untuk negara, yaitu sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Indonesia Maju.

"Sekarang, kita masih hidup di tengah-tengah pandemi. Oleh karena itu, jangan sampai ekonomi kita terpuruk. Maka Pak Airlangga itu fokus untuk mengoordinasikan daripada pembangunan di bidang ekonomi, agar kita bisa hidup berdampingan dengan pandemi, nanti ekonomi kita tidak terpuruk," ujarnya.

Sejumlah partai terlihat memperebutkan Ganjar Pranowo dalam Pilpres 2024, meski kontestasi masih tiga tahun mendatang.

Baca juga: Jokowi Beberkan Kelemahan Birokrasi PLN dan Pertamina: Sesuatu Gampang Kok Sulit Dilakukan

Diawali dari pernyataan Nurdin Halid yang menyebut, partainya membuka peluang untuk mencalonkan Gubernur Ganjar Pranowo pada Pemilihan Presiden 2024.

Nurdin Halid tidak mengungkapkan apakah Ganjar Pranowo dicalonkan sebagai presiden atau menjadi wakil presiden mendampingi Ketua Umum Partai Golkar yang akan diusung sebagai presiden.

"Nanti kalau misalnya Ganjar tidak mendapat tempat di partainya, ada Golkar terbuka. Apakah nomor satu atau nomor dua, itu soal nanti, kan Pak Airlangga tidak mungkin maju sendiri, pasti ada wakil," katanya, Kamis (11/11/2021) lalu.(*)

(Sumber: TribunJambi.com)

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved