Breaking News:

Jasa Raharja Sulteng

Layanan Jasa Raharja Sulawesi Tengah Makin Maksimal dengan Gandeng 34 Rumah Sakit

Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalulintas jalan dan angkutan umum selalu berupaya untuk memberikan.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah, Hendra Yudistira 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalulintas jalan dan angkutan umum selalu berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah, Hendra Yudistira mengatakan, Jasa Raharja menginstruksikan kepada seluruh karyawan agar senantiasa siaga apabila terjadi kecelakaan lalulintas jalan.

"Sehingga apabila ada korban meninggal dunia yang kasusnya terjamin Jasa Raharja, dapat diselesaikan dalam waktu maksimal 1 hari dan memastikan korban luka-luka dijaminkan biaya rawatannya ke pihak rumah sakit," ujarnya, Kamis (25/11/2021) sore.

Sampai dengan Oktober 2021, PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Tengah telah bekerja sama dengan 34 Rumah Sakit.

Hal ini sebagai wujud negara hadir melalui Jasa Raharja yang secara proaktif dan kolaboratif meringankan beban pasien dengan proses penjaminan biaya rawatan korban ke pihak rumah sakit.

Baca juga: Hadiri Final Kompetisi Liga 1 U-16 dan U-18, Ketum PSSI Iwan Bule Harapkan Bibit Baru untuk Timnas

Baca juga: Besok, KSAD Jenderal TNI Dudung Boyong Istri Kunker ke Sulteng

Sehingga apabila terdapat korban kecelakaan, maka Jasa Raharja langsung menerbitkan surat jaminan sampai dengan batas maksimal Rp 20 juta.

Sehingga korban yang telah dijamin Jasa Raharja sudah tidak perlu mengeluarkan dana pribadi untuk membayar ke Rumah Sakit karena pihak rumah sakit yang nantinya akan menagihkan biaya rawatan ke Jasa Raharja.

“Saat ini Jasa Raharja telah mencapai 93,59 persen proses penyerahan santunan luka-luka diserahkan dengan mekanisme overbooking (penjaminan) ke rumah sakit, sehingga saat ini korban sudah minim yang mengajukan klaim secara pribadi (reimbursement)” ujar Hendra.

Diketahui, sampai dengan Oktober 2021, penyerahan santunan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan sebesar Rp. 19,72 Miliar.

Penyerahan santunan ini mengalami penurunan sebesar 8,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya karena terdapat kebijakan PPKM yang membatasi mobilitas masyarakat secara langsung berdampak terhadap penurunan tingkat laka lantas.

Walau angka penyerahan santunan mengalami penurunan, namun tidak mengurangi tanggung jawab Jasa Raharja untuk menyerahkan santunan kecelakaan lalu lintas kepada korban/ahliwaris.

Pihaknya juga berupaya terus mengoptimalkan daya serap kepada setiap korban kecelakaan yang tercatat dalam laporan kejadian kecelakaan dari Instansi yang berwenang dengan penanganan yang mudah, cepat dan tepat melalui sinergi yang dijalin untuk kemudahan & kecepatan pelayanan santunan, seperti sinergi dengan BPJS Kesehatan, Korlantas Polri, Ditjen Dukcapil dan Perbankan.

Dengan demikian masyarakat hanya perlu melaporkan kecelakaan kepada kepolisian, selanjutnya Jasa Raharja yang bekerja.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan, Jasa Raharja juga melakukan penyerahan santunan dengan sistem cashless, di mana santunan langsung ditransfer ke rekening korban/ ahli waris korban.

Jasa Raharja telah bekerja sama dengan bank pemerintah sehingga pembayaran bisa dilakukan pada hari Sabtu/ Minggu/ hari libur.

“Kami terus mengevaluasi pelayanan kami secara periodik dan senantiasa beradaptasi dengan kondisi terkini, di mana seperti yang kita ketahui bersama bahwa kita semua dituntut untuk mengedepankan teknologi digital, namun tanpa mengurangi unsur human touch dan kualitas pelayanan. Sehingga diharapkan hak dan kewajiban masyarakat terkait asuransi Jasa Raharja dapat terpenuhi,” tutup Hendra. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved