Kekerasan Jurnalis TV Masih Terjadi, IJTI Sulteng Harap Tahun 2022 Bebas dari Tindak Ketidakadilan

Kasus pertama yang dialami Nur Saleha, Jurnalis TribunPalu.com saat mengambil video liputan di pusat keramaian pertokoan Palu.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Moh Salam
Handover/ IJTI Sulteng
Sejumlah Jurnalis Televisi di Sulteng saat meliput kedatangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Kantor Gubernur Suawesi Tengah beberapa waktu lalu 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Akhir tahun 2021, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah menilai adanya sejumlah kasus kekerasan yang dialami wartawan televisi di Sulteng.

Hal itu menjadi duri pengganjal bagi kebebasan pers di Sulawesi Tengah khususnya.

Ketua Pengda IJTI Sulteng Hendra Abrar mengungkapkan, dua kasus jurnalis di Kota Palu dan Kabupaten Banggai yang menjadi perhatian bersama.

Kasus pertama yang dialami Nur Saleha, Jurnalis TribunPalu.com saat mengambil video liputan di pusat keramaian pertokoan Palu.

Kemudian kasus perampasan alat kerja dan penghapusan gambar liputan dialami Jurnalis TVOne di Kabupaten Banggai, saat meliput di Polres setempat.

"Ada dua dalam catatan kami. Pertama kasus pelarangan mengambil gambar di area publik saat malam jelang Idul Fitri 2021. Dan kasus perampasan alat kerja dan penghapusan gambar liputan di Kabupaten Banggai, saat meliput di Polres setempat," ungkapHendra Abrar, Selasa (28/12/2021) melalui rilis resmi IJTI Sulteng.

Ia mengatakan, Pelaku dalam dua kasus tersebut adalah oknum anggota Polri.

Menurutnya, justru pihak Polri semestinya paham dengan kebebasan dan Undang-undang Pers.

Terlebih lagi terhadap jurnalis yang merupakan mitra kerja Kepolisian.

Baca juga: AJI Palu Sebut 2021 Tahun Kelam Bagi Jurnalis di Sulteng

Baca juga: Gubernur Sulteng Tegaskan Tak Ada Euforia di Malam Tahun Baru 2022

Hendra menjelaskan dibanding tahun 2020, tahun ini mengalami kemunduran dalam penyelesaian kasus kekerasan terhadap jurnalis televisi di Sulteng.

IJTI Sulteng berharap tahun mendatang tidak lagi terjadi kekerasan terhadap jurnalis televisi di Bumi Tadulako.

Sehingga hubungan kemitraan yang sudah terjalin selama ini dapat terawat dengan baik.

"Semoga tahun mendatang di Sulteng khususnya bebas dari tindak kekerasan, baik yang dilakukan oknum Polisi maupun pihak lainnya," jelas Hendra.

Dari data dihimpun TribunPalu.com, Tahun 2020 IJTI Sulteng mencatat satu kasus kekerasan terhadap jurnalis televisi, yang dialami salah seorang jurnalis TVRI Sulteng.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved