Laporkan Gibran dan Kaesang ke KPK, Ubedilah Badrun Sebut Diancam hingga Diintai: Mengamati Rumah

Ancaman datang dari media sosial hingga rumahnya yang diintai oleh orang tidak dikenal. 

Kolase: Twitter/ Tribun Jateng
Kolase: Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga Aktivis 98, Ubedilah Badrun (tengah) melaporkan dua putra Joko Widodo sekaligus, Gibran Rakabuming Raka (kanan) dan Kaesang Pangarep ke KPK, Senin (10/1/2022) 

TRIBUNPALU.COM - Ubedilah Badrun, dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang melaporkan anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengaku mendapat ancaman. 

Ancaman, kata dia, datang dari media sosial hingga rumahnya yang diintai oleh orang tidak dikenal. 

"Narasi ancaman muncul di medsos dengan bahasa yang sarkastis, tapi saya respons baik-baik saja," kata Badrun dikutip dari Tribunnews.com, Minggu (16/1/2022).

Baca juga: Soal Dugaan Korupsi Dua Putra Jokowi, Mardani Ali Sera Tantang KPK Berani Usut: Seberapa Adil

Badrun sendiri melaporkan anak Jokowi itu ke KPK pada 11 Januari 2021. 

Badrun menduga ada indikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) terkait kucuran dana fantastis ke perusahaan dua anak Jokowi itu. 

Semenjak itu, Badrun mengaku kerap mendapat telepon di malam hari dari orang tidak dikenal. 

Dirinya tak mau buru-buru menyimpulkan bahwa itu teror karena dirinya tak pernah mengangkat telepon itu. 

Tetapi, dirinya menduga itu ada kaitannya dengan laporannya itu. 

"Kontak yang tidak dikenal memang ada yang menghubungi saya di malam hari, saya tidak pernah mengangkatnya. Semoga bukan dalam rangka meneror," beber Badrun.

Selain itu, Badrun juga menceritakan bahwa rumahnya pernah diintai oleh orang tidak dikenal. 

Orang itu nampak mengawasi rumah Badrun sekitar 20 menit. 

Orang itu juga disebut pergi setelah hendak dihampiri oleh tetangganya. 

"Dua hari lalu memang ada orang yang tidak dikenal dan tidak pernah terlihat sepanjang saya tinggal 13 tahun lebih di sini. Orang itu menggunakan kendaraan roda dua dan duduk di tempat istirahat lapangan basket."

"Terlihat mengamati rumah sekitar 20 menit. Kehadiran sopir tetangga ke lokasi itu yang membuat ia pergi dari lokasi duduknya, selebihnya wallahua'lam," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved