Tips Mengatasi Penyakit Saraf Kejepit, Ini Penyebab dan Gejala yang Harus Disadari
Berikut ini TribunPalu sampaikan cara mengatasi dan mengobati penyakit saraf terjepit dan ketahui penyebabnya.
Saat Anda melakukan terapi fisik, ahli terapi akan meminta Anda untuk mengubah aktivitas yang memperburuk saraf tersebut.
2. Mengonsumsi obat anti inflamasi
Jika Anda menderita saraf kejepit, Anda juga diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek antiinflamasi.
Misalnya saja obat antiinfkamasi nonsteroid atau NSAID seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve).
Beberapa jenis obat-obatan di atas dapat meredakan nyeri pada saraf Anda.
Selain itu Anda juga dapat mengonsumsi antikonvulsan seperti gabapentin (Neurontin) dan obat trisiklik seperti nortriptyline (Pamelor) dan amitriptyline.
Obat-obatan tersebut sering digunakan oleh dokter untuk mengatasi nyeri di bagian saraf.
Selain mengonsumsi obat-obatan, Anda juga dapat meminta obat suntik dari dokter.
Misalnya saja kortikosteroid yang bisa meminimalisir rasa sakit dan peradangan saraf.
Baca juga: Tips Kesehatan: Manfaat Ketumbar untuk Kecantikan Kulit, Atasi Iritasi hingga Kulit Terbakar
3. Melakukan operasi pembedahan
Apabila Anda mengalami saraf terjepit yang tak kunjung sembuh setelah perawatan konservatif, kemungkinan operasi adalah jalan terbaiknya.
Hal ini berguna untuk menghilangkan tekanan pada saraf yang terjepit.
Jenis operasi yang dilakukan dokter juga bervariasi, tergantung lokasi saraf yang terjepit.
Perlu Anda ketahui jika operasi pembedahan ini akan memerlukan pengangkatan taji tulang.
Taji tulang atau bagian dari disk hernia ini berada di tulang belakang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-sakit-pinggang.jpg)