Minggu, 31 Mei 2026

Tips Mengatasi Penyakit Saraf Kejepit, Ini Penyebab dan Gejala yang Harus Disadari

Berikut ini TribunPalu sampaikan cara mengatasi dan mengobati penyakit saraf terjepit dan ketahui penyebabnya.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
BLODSKY
Ilustrasi sakit pinggang akibat saraf kejepit 

Cara Mengatasi Penyakit Saraf Terjepit, Ketahui Juga Beberapa Penyebabnya

TRIBUNPALU.COM - Sebagian besar masyarakat sudah tidak asing lagi dengan penyakit saraf kejepit.

Namun kadang susah dibedakan antara saraf kejepit dengan nyeri pinggang.

Melansir dari laman Kompas, saraf kejepit atau dalam bahasa medis disebut dengan pinched nerve merupakan suatu kondisi saraf yang mendapatkan tekanan lebih.

Tekanan ini disebabkan oleh beberapa jaringan yang berada di sekitar saraf tersebut.

Maka dari itu bagi penderita saraf kejepit akan merasakan rasa sakit, mati rasa hingga menimbulkan iritasi saraf perifer.

Agar rasa sakit yang diderita mereda, penderita saraf kejepit harus beristirahat sejenak dari aktivitasnya.

Terlebih lagi jika aktivitas tersebut menyebabkan saraf semakin buruk.

Untuk mengatasi saraf kejepit, Anda juga dapat melakukan beberapa jenis pengobatan berikut ini.

TribunPalu telah melansirnya dari laman Mayo Clinic dalam artikelnya yang berjudul "Pinched Nerve, Diagnosis and Treatment".

Baca juga: Tips Kesehatan: Menjaga Fungsi Kelenjar Tiroid dengan Berhenti Konsumsi Kale & Memanfaatkan Ketumbar

FOTO ILUSTRASI: Sakit di bagian lutut akibat saraf
FOTO ILUSTRASI: Sakit di bagian lutut akibat saraf (brightside.me)

1. Melakukan terapi fisik

Jika Anda menderita saraf kejepit, lebih baik Anda memeriksakan ke dokter atau rumah sakit.

Ahli terapi akan meminta Anda untuk melakukan terapi fisik yang bertujuan untuk memperkuat otot.

Tak hanya itu saja, terapi fisik juga berguna untuk meregangkan otot-otot yang berada di daerah saraf tersebut.

Terapi fisik juga ditujukan agar tekanan yang diterima oleh saraf dari jaringan sekitarnya berkurang.

Saat Anda melakukan terapi fisik, ahli terapi akan meminta Anda untuk mengubah aktivitas yang memperburuk saraf tersebut.

2. Mengonsumsi obat anti inflamasi

Jika Anda menderita saraf kejepit, Anda juga diperbolehkan mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek antiinflamasi.

Misalnya saja obat antiinfkamasi nonsteroid atau NSAID seperti ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya) atau naproxen sodium (Aleve).

Beberapa jenis obat-obatan di atas dapat meredakan nyeri pada saraf Anda.

Selain itu Anda juga dapat mengonsumsi antikonvulsan seperti gabapentin (Neurontin) dan obat trisiklik seperti nortriptyline (Pamelor) dan amitriptyline.

Obat-obatan tersebut sering digunakan oleh dokter untuk mengatasi nyeri di bagian saraf.

Selain mengonsumsi obat-obatan, Anda juga dapat meminta obat suntik dari dokter.

Misalnya saja kortikosteroid yang bisa meminimalisir rasa sakit dan peradangan saraf.

Baca juga: Tips Kesehatan: Manfaat Ketumbar untuk Kecantikan Kulit, Atasi Iritasi hingga Kulit Terbakar

3. Melakukan operasi pembedahan

Apabila Anda mengalami saraf terjepit yang tak kunjung sembuh setelah perawatan konservatif, kemungkinan operasi adalah jalan terbaiknya.

Hal ini berguna untuk menghilangkan tekanan pada saraf yang terjepit.

Jenis operasi yang dilakukan dokter juga bervariasi, tergantung lokasi saraf yang terjepit.

Perlu Anda ketahui jika operasi pembedahan ini akan memerlukan pengangkatan taji tulang.

Taji tulang atau bagian dari disk hernia ini berada di tulang belakang.

Selain itu juga bisa memutuskan ligamen karpal untuk memberikan lebih banyak ruang pada saraf yang melewati pergelangan tangan.

Nah itulah tiga cara yang dapat Anda ketahui untuk mengatasi saraf kejepit.

Anda juga perlu tahu sebenarnya apa yang menyebabkan saraf dapat terjepit?

Untuk mengetahui hal tersbut, silakan simak informasi berikut ini yang TribunPalu lansir dari laman TribunBali.

Penyebab Saraf Kejepit yang Harus Diketahui

Bila pada daerah tulang belakang, itu biasanya yang paling sering disebabkan oleh:

1. Trauma

Trauma ini bisa berupa:

- Kecelakaan

- Jatuh dengan posisi duduk

- Mengalami insiden terpukul di sekitar leher.

FOTO ILUSTRASI: Tulang yang terkena osteoporosis atau pengeroposan
FOTO ILUSTRASI: Tulang yang terkena osteoporosis atau pengeroposan (Biz Kompas)

Baca juga: Tips Kesehatan: Cara Mengobati Diabetes Melitus dengan Mudah & Sederhana, Cukup Gunakan Ketumbar

2. Aktivitas sehari-hari yang salah

Aktivitas ini misalnya:

- Duduk terlalu lama

- Sering mengangkat beban

- Olahraga terlalu berat

- Bekerja sebagai supir (duduk terlalu lama dan disertai dengan adanya getaran)

3. Olahraga yang tidak teratur

Jarang berolahraga namun sekali berolahraga dengan aktivitas yang berat.

Misalnya latihan berat dengan waktu yang lama.

4. Merokok dan minum alkohol

Faktor penunjang ini bisa memicu terjadinya seseorang memiliki kemungkinan saraf kejepit.

Karena kalau kita merokok dan minum alkohol itu akan menganggu kemampuan dari diskus vertebra kita untuk menyerap nutrient dari dalam darah.

Sehingga mudah menyebabkan terjadinya pengapuran sehingga bisa terjadi saraf kejepit.

5. Penyakit yang menyerang tulang belakang

Misalnya penyakit Tumor atau infeksi yang bisa menganggu saraf.

(TribunPalu/Hakim/TribunHealth)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved