Hadiri Rakor BLU 2022, Sri Mulyani Berharap Badan Layanan Umum Pertahankan Fungsi Redam Efek Pandemi

Menurut Sri Mulyani, kehadiran BLU turut berkontribusi untuk memertahankan target ekonomi yang ditetaplan pemerintah di kala pandemi.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati. 

TRIBUNPALU.COM - Badan Layanan Umum (BLU) mempunyai peranan penting dalam mengawal target APBN 2022.

Keberadaan BLU pada 22 Kementerian/Lembaga diharapkan dapat memberikan multiplier effect yang menjadi stimulus akselerasi ketercapaian tujuan dan terus mempercepat recovery ekonomi dengan implementasi values SPEED (Sinergi, Profesional, Efektif, Efisien, dan Digital).

Terlebih lagi kehadiran BLU turut berkontribusi untuk memertahankan target ekonomi yang ditetaplan pemerintah di kala pandemi.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  dalam rakor BLU 2022 pada Rabu (30/3/2022).

Ia mengatakan bahwa tantangan pembangunan akan selalu ada dari masa ke masa.

Baca juga: Renovasi Sarinah Rampung, Teten Masduki Berharap Gedung Bersejarah Tersebut Jadi Pusat Promosi UMKM

Baca juga: Berapa Harga iPhone SE Sekarang? Berikut Daftar Harga Terbaru iPhone per Maret 2022 di iBox

Oleh karena itu, hadirnya pemerintah dan instrumen keuangan negara untuk bisa menghadapi tantangan itu harus diimbangi dengan kompetensi dan kapasitas yang tinggi, termasuk didalamnya yaitu BLU yang merupakan kendaraan Pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat

Menkeu mengapresiasi laporan kinerja BLU pada tahun 2021 lalu, dimana sisi pendapatan negara bukan pajaknya (PNBP) mengalami kenaikan.

Kontribusi BLU terhadap PNBP sebesar 27,5% dan memiliki pertumbuhan yang sangat tinggi yaitu 8%, lebih dari dua kali lipat target awal.

Namun, Menkeu memberikan catatan supaya capaian ini tidak membuat BLU cepat berpuas diri.

“Ini yang saya selalu ingatkan kepada teman-teman, di satu sisi kita mensyukuri kalau kondisi keuangan membaik, namun kita juga harus tetap kritis terhadap diri sendiri. Ini benar-benar baik karena kinerja kita atau karena merespon shock dari luar. Oleh karena itu saya berharap untuk dalam kontrak kinerja BLU bisa memisahkan antara unsur yang sifatnya eksogen shock dengan unsur yang merupakan hasil karya dan hasil kinerja yang nyata,” terang Menkeu saat berbicara pada Rapat Koordinasi (Rakor) BLU Tahun 2022, Rabu (30/03/2022).

Menkeu mengatakan bahwa peran BLU dalam menangani shock merupakan hasil kinerja yang penting. Namun Menkeu mengingatkan bahwa ini jangan hanya direduksi dan ditunjukkan dalam headline angka pencapaian saja, tapi juga harus betul-betul mencerminkan kualitas dari organisasi. Menkeu menekankan pentingnya untuk memastikan adanya perbaikan kualitas organisasi yang meliputi leadership, manajemen, kualitas SDM, pelayanan dan tata kelolanya.

“Oleh karena itu saya berharap kepada seluruh pimpinan, pengurus, dan dewan pengawas BLU untuk terus tingkatkan kompetensi Anda. Setiap guncangan merupakan sebuah kesempatan untuk belajar dan  membuat kita semakin kuat. Ini yang saya harapkan sesudah lebih dari dua tahun mengalami guncangan yang sangat hebat dari pandemi, jangan dibiarkan berlalu begitu saja tanpa ada pelajaran dan bahkan ini adalah kesempatan kita untuk memperbaiki dan berinovasi. Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk bertransformasi,” tambah Menkeu.

Menkeu mengharapkan memasuki tahun ketiga sesudah pandemi dan dalam proses pemulihan ekonomi saat ini, BLU harus terus melakukan perbaikan dengan melihat hal-hal yang bisa ditransformasikan, terutama penggunaan teknologi digital. Menkeu ingin agar BLU bisa melihat secara detail efisiensi yang bisa dilakukan dan inovasi yang muncul dari penggunaan teknologi digital tersebut dengan berfokus kepada perbaikan layanan dan tujuan didirikannya BLU tersebut.

Menkeu juga menekankan pentingnya penggunaan barang/prasarana produk dalam negeri oleh BLU dalam melaksanakan tugasnya. Penggunaan produk dalam negeri tersebut dapat menciptakan speed over linked kepada ekonomi dalam negeri sehingga ekonomi dalam negeri akan berkembang.

“Jadi saya harap para pengelola dan pengawas BLU untuk jangan business as usual. Dua tahun selama pandemi betul-betul harus bisa melihat secara detail pengadaan dari berbagai alat-alat kesehatan dan pendidikan. Pikirkan kalau Anda membelanjakan dalam negeri, maka berapa kesempatan kerja tercipta di dalam negeri,” lanjut Menkeu.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved