Minggu, 26 April 2026

Tentara Rusia Bunuh 1 Keluarga di Dekat Bucha, Curiga Sudah Bantu Tentara Ukraina

Seorang kepala desa bersama anak dan suaminya dibantai oleh tentara Rusia seusai dicurigai terlibat dalam kegiatan tentara Ukraina.

AFP
Sebuah foto menampilkan kendaraan militer milik Rusia hancur seusai pertempuran di Kharkiv, Ukraina pada 28 Februari 2022. Terbaru, seorang kepala desa bersama anak dan suaminya dibantai oleh tentara Rusia seusai dicurigai terlibat dalam kegiatan tentara Ukraina. 

TRIBUNPALU.COM - Pejabat Ukraina menyampaikan terdapat satu keluarga yang dibantai oleh tentara Rusia seusai dicurigai membantu pasukan militer Ukraina.

Satu keluarga tersebut diketahui tinggal di Desa Motoyzhyn yang berada di dekat Kota Bucha, Ukraina.

Di sana ditemukan empat jasad manusia dalam kondisi setengah terkubur.

Baca juga: Ukraina Disalahkan Rusia soal Pembantaian, Zelensky Persilakan Jurnalis Seluruh Dunia Datangi Bucha

Baca juga: Zelensky Kutuk Kekejian Rusia: Ada Orang Ditemukan di Tong, Disiksa, Dilecehkan dan Dibunuh

Tiga jasad telah berhasil diidentifikasi, yakni Kepala Desa Motoyzhyn Olha Sukhenko lalu suami Olha yakni Igor dan anak mereka Oleksander.

Pada saat ditemukan, tangan Olha dan wajah Oleksander tampak menyembul keluar karena tidak dikubur secara sempurna.

Sementara itu di sebuah basemen rumah di Bucha ditemukan jasad lima orang menggunakan pakaian warga sipil.

Kelima jasad itu tewas dalam kondisi tangan terikat ke belakang.

Beberapa memiliki luka tembak di kepala, dan jasad lainnya memiliki luka tembak di dada.

Pejabat Ukraina meyakini para jasad itu adalah tawanan Rusia yang berakhir dieksekusi mati.

Seorang sukarelawan bernama Vlad ikut membantu memindahkan jasad-jasad manusia yang ada di Bucha.

Ia mengaku sempat mendengar bagaimana ada pasangan suami istri tewas seusai diberondong tembakkan saat ingin mengambil air.

"Saya dapat menceritakan Anda banyak kisah tetapi saya tidak mau," ujar Vlad.

"Saya ingin melupakannya," sambungnya.

Menanggapi insiden ini, pemerintah Rusia tegas membantah telah melakukan pembantaian.

Dikutip TribunWow.com dari rt.com, pemerintah Rusia kemudian menyoroti sejumlah kejanggalan dalam insiden ini.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved