5 Fakta Penembakan Pegawai Dishub di Makassar, Janda yang Diperebutkan Suka Pria Bergaya Militer
Kasus penembakan seorang pegawai Dishub di Makassar menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir.
TRIBUNPALU.COM - Kasus penembakan seorang pegawai Dishub di Makassar menjadi sorotan publik dalam sepekan terakhir.
Korban Najamuddin Sewang ditembak ketika sedang mengendarai sepeda motor.
Kasus penembakan itu menjadi heboh karena dalangnya adalah Kasatpol PP Makassar, Iqbal Asnan.
Berikut 5 fakta kasus penembakan pegawai Dishub di Makassar yang telah dirangkum TribunPalu.com.
1. Pelaku Sempat Pakai Jasa Dukun Santet
Dendam kesumat Kasatpol PP Kota Makassar, M Iqbal Asnan terhadap pegawai Dishub Najamuddin Sewang, sungguh tidak terbendung.
Rencana pembunuhan Najamuddin yang diotaki Iqbal Asnan, rupanya sudah berlangsung sejak 2020 lalu.
Sebelum, menggunakan 'jasa' oknum polisi berinisial SL untuk menghabisi nyawa Najamuddin, Iqbal rupanya sudah mencoba cara lain.
Yaitu dengan mendatangi dukun untuk menghabisi nyawa Najamuddin dengan cara di luar nalar atau santet.
"Setelah dikonstruksi, perkara ini ternyata sudah direncanakan sejak 2020. Jadi rencana pembunuhan ini direncanakan sejak 2020," kata Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Budhi Haryanto, saat merilis kasus itu di kantornya, Senin (18/4/2022) siang.
Langkah awal yang dilakukan Iqba Asnan lanjut, dia dengan menyuruh orang untuk melempar sesuatu di depan rumah Najamuddin.
Namun, benda yang diperoleh dari dukung itu kata dia, tidak mempan untuk membuat Najamuddin meninggal dunia.
"Otak pelaku ini (Iqbal Asnan) menyuruh orang melempar sesuatu dari dukun di depan rumah korban, namun tidak mempan," ungkapnya.
2. Oknum Polisi Bukan Pembunuh Bayaran
Polisi berhasil meringkus lima orang pelaku pembunuhan berencana terhadap pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar, Najamuddin Sewang. Dari kelima orang tersebut, dua di antaranya adalah anggota polisi.