Hasil Riset IPB-Untad Terkait PT Trio Kencana di Parimo: Mayoritas Masyarakat Menolak
Para responden tersebut terdiri dari aparat pemerintahan dan masyarakat umum di sejumlah desa di Parigi Moutong.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - Pusat Studi Agraria (PSA) Institut Pertanian Bogor (IPB) University dan Prodi Administrasi Publik (ADM) FISIP Universitas Tadulako menyampaikan riset terkait PT Trio Kencana.
PT Trio Kencana merupakan perusahaan tambang di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
IPB University melakukan penelitian berupa penggalian informasi melalui sebaran kuesioner dan wawancara mendalam kepada 402 responden.
Adapun responden didominasi usia produktif antara 26-55 tahun karena secara wawasan dinilai telah memahami kondisi sosio-ekonomi.
Para responden tersebut terdiri dari aparat pemerintahan dan masyarakat umum di sejumlah desa di Parigi Moutong.
Mulai dari Desa Pinotu, Tada Selatan, Khatuliatiwa, Oncone Raya, Posona, Tovalo, Kasimbar dan Kasimbar Palapi.
Baca juga: VIDEO: Detik-detik Demo Ricuh di Parigi Moutong Sulteng, 1 Orang Tewas
Kepala Pusat Studi Agraria Institusi IPB University Bayu Eka Yulian, penelitian dilakukan guna mengetahui persepsi masyarakat mengenai usaha pertambangan serta dampak dari keberadaan PT Trio Kencana.
Hal itu menyusul peristiwa demonstrasi berujung tewasnya seorang pemuda bernama Erfaldi dalam aksi menolak PT Trio Kencana pada 12 Februari 2022 lalu.
PT Trio Kencana memiliki luas Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi sekitar 15.725 hektare.
Wilayah operasi PT Trio Kencana mencakup di tiga kecamatan, yakni Kasimbar, Tinombo Selatan dan Toribulu dengan mineral logam jenis emas.
Bayu mengatakan, pro kontra atas kehadiran PT Trio Kencana tidak terlepas dari kekuatan aktor di baliknya, baik pemerintah, swasta maupun organinasi kemasyarakatan.
"Terjadinya konflik pertambangan bukan hanya pada persoalan izin dan administrasi maupun tata kelola sumber daya alam semata. Tetapi juga melihat adanya aktor dalam kebijakan pengaturan dan peruntukan di Parigi Moutong," ujarnya melalui rilis tertulis, Sabtu (30/4/2022).
Dari hasil penelitian Maret hingga April 2022, IPB University bersama Universitas Tadulako mendapati hasil bahwa mayoritas masyarakat menolak kehadiran PT Trio Kencana.
Alasannya pun beragam, mulai dari memberi dampak terhadap lingkungan, mematikan lahan pertanian hingga tidak adanya sosialisasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/pusat-studi-agraria-psa-ipb-university.jpg)