Morowali Hari Ini

Jual Telur Penyu di Sosial Media, Warga Morowali Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Telur penyu merupakan komoditas satwa laut dilindungi sehingga dilarang untuk diperjualbelikan.

Penulis: Ketut Suta | Editor: mahyuddin
handover
ILUSTRASI - Telur Penyu 

TRIBUNPALU.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggagalkan penjualan telur penyu melalui media sosial.

Telur penyu merupakan komoditas satwa laut dilindungi sehingga dilarang untuk diperjualbelikan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin melalui rilis tertulisnya mengatakan, pihaknya menetapkan AK warga Desa Wosu, Kota Bungku, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, sebagai tersangka.

AK adalah pemilik akun Facebook bernama SDM memperjualbelikan telur penyu melalui media sosial.

“Tim kami berhasil mengamankan seluruh telur penyu sebelum dijual tersangka. Telur-telur ini selanjutnya akan kami kembalikan ke habitatnya agar dapat berkembang biak sebagaimana mestinya,” ucap Adin, Jumat (6/5/2022).

Baca juga: Warga Digegerkan Penemuan Mayat Bayi di Bahodopi Morowali

Dia menjelaskan, perdagangan satwa laut dilindungi kini semakin banyak ditemukan pada platform media sosial dan toko online.

“Dari temuan kasus ini, kami akan menerapkan strategi pengawasan dengan menggencarkan pemantauan aktivitas jual beli menggunakan media sosial dan marketplace-ecommerce,” ujar Adin.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan Pasal 21 ayat (2) huruf e Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya bahwa memperniagakan atau memperdagangkan dan menyimpan /memiliki telur penyu merupakan perbuatan yang dilarang.

Perdagangan satwa dilindungi termasuk telur penyu bisa diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved