NU Beri Sikap Berbeda dengan MUI dan Muhammadiyah soal Bendera LGBT Berkibar di Kedubes Inggris

Bendera pelangi yang fotonya viral di media sosial itu identik dengan bendera dukungan pada kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Tangkap layar dari akun Instagram @ukinindonesia
Kedubes Inggris mengibarkan bendera pelangi dalam rangka dukungan atas LGBT. Hal ini diabadikan melalui foto yang diunggah di akun Instagram resmi Kedubes Inggris, @ukinindonesia pada Kamis (19/5/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Berkibarnya bendera pelangi di halaman kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris tengah menjadi polemik.

Pasalnya, bendera pelangi yang fotonya viral di media sosial itu identik dengan bendera pendukung kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).

Diketahui,  foto itu pertama kali diunggah oleh Kedubes Inggris Indonesia sendiri melalui akun Instagram @ukinindonesia, pada Sabtu (21/5/2022).

Baca juga: Kedubes Inggris Dapat Kecaman, Penyebabnya Kibarkan Bendera LGBT hingga Singgung soal Toleransi

Foto pengibaran bendera LGBT dan narasi itu juga diunggah Kedubes Inggris di akun resmi media sosialnya sejak dua hari lalu.

Mereka juga menyampaikan alasan mengunggah foto LGBT ini yakni dalam rangka memperingati Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia dan Bifobia atau IDAHOBIT (International Day Against Homophobia, Transphobia and Biphobia atau IDAHO) yang jatuh setiap 17 Mei.

 

 

Baca juga: MUI Murka Kedubes Inggris Sengaja Kibarkan Bendera LGBT di Indonesia: Hormati Norma Agama Kami!

Lalu bagaimana reaksi Ormas Islam Indonesia menyikapi hal tersebut? 

Reaksi MUI

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan bahwa aksi dari Kedubes Inggris ini bisa memicu ketegangan.

Sebab, ini tidak sejalan dengan keadaban etika persahabatan.

"Langkah yang mempertontonkan pemihakan dan atau kampanye terhadap norma yang bertentangan dengan norma masyarakat Indonesia adalah tindakan yang tidak sejalan dengan keadaban etika persahabatan. Dan itu bisa memicu ketegangan yang seharusnya dihindari," kata Asrorun, Sabtu (21/5/2022).

"Tindakan itu semakin menunjukkan kepada publik, bahwa aktifitas LGBT dan kampanye LGBT itu mengoyak tatanan sosial yang menyebabkan ketidaktertibansosial," imbuhnya.

Selain itu, dia mendorong agar pemerintah bisa bertindak lewat kewenangannya. Pemerintah diminta untuk mengingatkan Kedubes Inggris.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved