Banggai Hari Ini
Permainan Calo BBM di SPBU Masama Banggai Rugikan Petani
permainan Calo BBM di Masama sangat merugikan petani. Karena di saat petani membutuhkan BBM, pihak SPBU justru menyatakan stok BBM habis.
Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Alasan SPBU di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah lebih melayani jeriken ketimbang kendaraan ternyata karena ada uang tambahan.
Setiap pengisian jeriken dipatok Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu per jeriken berisi 35 liter.
Praktik seperti ini hampir dilakukan seluruh SPBU Kabupaten Banggai yang melayani pengisian jeriken, termasuk SPBU Desa Cemerlang, Kecamatan Masama.
Seorang warga Masama mengungkapkan, tak hanya uang tambahan, ada juga sejumlah sopir tangki yang diduga mendapat jatah BBM seusai pengisian ke tangki SPBU.
Ini terjadi karena diduga ada permainan antara pihak SPBU dan sopir tangki BBM.
"Mereka (sopir) dapat 2 jeriken masing-masing 35 liter setiap habis pengisian BBM ke tangki SPBU," tutur pria yang tidak mau disebutkan namanya itu, Rabu (29/6/2022).
Baca juga: Kronologi Ricuh di SPBU Toili Banggai: Berawal dari Antre Solar Pakai Jeriken, Seorang Pria Dibogem
Ia juga mengaku, permainan Calo BBM di Masama sangat merugikan petani.
Karena di saat petani membutuhkan BBM, pihak SPBU justru menyatakan stok BBM habis.
Padahal pengisian jeriken itu hanya bisa dilakukan kepada petani yang mengantongi rekomendasi dari desa.
Selain dari itu, harusnya tidak boleh dilayani.
"Ini kan aneh karena kebutuhan petani tidak mungkin menghabiskan stok BBM setiap hari. Habisnya BBM itu karena ada permainan calo BBM," ungkapnya.
Keleluasaan Calo BBM beraktivitas karena diberikan peluang oleh manajemen SPBU.
Alasannya karena ada uang tambahan setiap pengisian BBM.
Antrean jeriken di SPBU akhir-akhir ini menjadi topik hangat di publik, apalagi saat keributan yang terjadi di SPBU Desa Singkoyo, Kecamatan Toili.
Sorotan juga dilayangkan kepada aparat keamanan karena terkesan membiarkan antrean jeriken di SPBU terjadi.
