KKB Papua

Sniper TNI-Polri Beraksi, 2 Anggota KKB Papua Tewas Ditembak di Wilayah Pedalaman

Tak hanya di daerah perkampungan, KKB Papua bahkan kerap menebar teror di wilayah pedalaman.

Handover
Foto ilustrasi - Hanya dalam waktu singkat, TNI-Polri mampu menduduki markas KKB Papua. 

Dalam kondisi seperti itulah, sekilas terlintas ide untuk melumpuhkan Kelompok Kriminal Bersenjata itu dengan cara yang tak biasa.

Berbekal secuil pemahaman tentang posisi tembok bekas bangunan saat diobok-obok beberapa waktu lalu, sniper TNI Polri pun mulai melaksanakan tugas.

Ia tidak menembak langsung ke bagian kepala anggota KKB Papua, tetapi menembak ke arah samping setelah memperhitungkan arah pantul amunisi.

Oleh karena itu, meski posisi Pos Keamanan berhadapan langsung dengan bekas bangunan tembok tersebut, tetapi untuk melumpuhkan lawan, sang sniper mencobanya dengan menembak ke arah samping.

Kendati sempat ragu dengan cara tersebut, namun dari kalkulasi yang sudah dibuat, cara itu akan lebih efektif.

Pasalnya, lawan bukan tertembak dari bagian atas bekas tembok, tetapi dari arah samping, hal mana tak pernah disangka oleh anggota KKB.

Setelah merasa yakin dengan cara tersebut, sang sniper pun mulai mengutak-atik senjata yang dipunyainya.

Ia memasukan amunisi ke magasin kemudian mengarahkan moncong senjata ke posisi di mana anggota KKB Papua bersembunyi.

Kala itu, jantungnya berdebar sedikit lebih cepat. Pasalnya, tembakan yang akan dilakukan, bukannya langsung mengenai tubuh anggota KKB seperti yang lazim dilakukan selama ini.

Tapi tembakan itu dilakukan secara spekulatif. Artinya, tembakan tersebut memungkinkan amunisi memantul ke arah samping, lalu mengenai para penjahat yang sedang bersembunyi.

Yakin akan cara tersebut, sang sniper pun mulai mengambil posisi. Perlahan-lahan ia meletakkan ujung senjata pada sebuah celah kecil, lalu perlahan-lahan pula ia membidiknya ke arah reruntuhan tembok tersebut.

Hanya dengan sekali menyentuh pelatuk, beberapa buah peluru langsung melesak menuju sasaran. Dan, bidikan tersebut ternyata membuahkan hasil.

Sesaat kemudian, samar-samar terdengar suara orang yang merintih kesakitan. Suara itu bak sapi mendengus menahan sakit.

Mendengar suara dengusan itu, sang sniper TNI Polri pun hanya diam. Ia tak banyak bicara. Hanya saja, perlahan-lahan ia mengambil senjata kemudian berjalan menuju tempat yang semula digunakan untuk istirahat.

Beberapa waktu kemudian, terbetik kabar bahwa dua Anggota KKB telah merenggang nyawa di balik bekas tembok penampung air tersebut. Bak penampung inilah yang menjadi saksi bisu aksi KKB yang diladeni sniper TNI Polri.

Halaman
123
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved