PENGAKUAN Soal Ancaman Atasan hingga Dendam, Siapa yang Berbohong, Irjen Ferdy Sambo atau Bharada E?
Berdasarkan pengakuan Bhadara E, terungkap adanya perbedaan antara skenario Irjen Ferdy Sambo dengan apa yang terjadi di TKP.
Penyidik telah menetapkan Irjen Ferdi Sambo, Bharada Eliezer, Bripka Ricky, dan sopir Kuat sebagai tersangka pembunuhan berencana.
Mereka dijerat dengan pasal 340 juncto pasal 338 juncto pasal 55 juncto pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman mati.
Ferdy Sambo Minta Maaf
Akhirnya Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo jujur bunuh Brigadir J.
Irjen Ferdy Sambo pun kini meminta maaf terkait pengakuannya yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.
Irjen Ferdy Sambo juga meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kasus tersebut.
Selain Kapolri, secara umum Ferdy juga meminta maaf kepada institusi Polri karena telah mencoreng nama baik dampak dari kasus tersebut.
"Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf," kata pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis saat membacakan pesan Ferdy di rumah pribadi di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022) malam.
Ferdy mengaku apa yang telah dia lakukan selama ini murni karena ingin menjaga marwah sebagai kepala keluarga.
"Sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi polri," ucapnya.
Lebih lanjut, Ferdy mengaku siap bertanggungjawab dan mengikuti proses hukum yang berlaku.
"Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku," imbuhnya.
Pengakuan Bharada E
Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap motif penembakan Brigadir J atau Nofryansah Yosua Hutabarat diduga bersifat sensitif dan hanya bisa didengar orang dewasa.
Pengacara Hotman Paris Hutapea lantas memanggil pengacara Bharada E atau Richard Eliezer, Burhanuddin ke acaranya Hot Room Metro TV untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik motif penembakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Brigadir-J-Irjen-Ferdy-Sambo-dan-Bharada-E.jpg)