DEN HARIN! Pasukan HARIMAU yang Lebih Ditakuti dari Kopassus, Mampu Kawal Presiden dalam Senyap

Den Harin alias Pasukan Harimau merupakan salah satu pasukan khusus yang lebih ditakuti dari Kopassus, bertugas mengawal Presiden secara senyap.

Editor: Putri Safitri
handover
Ilustrasi Den Harin atau Datasemen Harimau alias Pasukan Harimau. Den Harin alias Pasukan Harimau merupakan salah satu pasukan khusus yang lebih ditakuti dari Kopassus, bertugas mengawal Presiden secara senyap. 

TRIBUNPALU.COM - Den Harin atau Datasemen Harimau merupakan pasukan khusus Indonesia yang keberadaannya masih misterius.

Pasukan Harimau ini bahkan lebih ditakuti dari Kopassus.

Den Harin atau Pasukan Harimau merupakan salah satu pasukan khusus yang konon pernah dimiliki Indonesia.

Pasukan khusus tersebut bertugas mengawal Presiden secara senyap.

Selain juga memiliki tugas khusus untuk menanggulangi teror-teror yang masuk ke Indonesia.

Saking misteriusnya pasukan khusus ini, keberadaannya bahkan diragukan.

Tak heran, pasalnya hingga kini belum ada dokumen yang menampakkan wujud dari pasukan tersebut, padahal jika memang ada pasti ada bukti dan dokumen otentiknya.

Meski demikian, Den Harin diyakini dibentuk pada tahun 1986.

Sementara itu, kisah pembentukan pasukan bernama Pasukan Harimau disebut berawal dari masa awal kemerdekaan Indonesia, ketika Belanda ingin kembali merebut kekuasaan.

Melansir Tribun Jambi, setelah Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945, rupanya peristiwa penting ini tidak diketahu secara merata.

Khususnya oleh rakyat Sulawesi Selatan karena masih jarang yang memiliki radio.

Oleh karena itu pasukan NICA dan KNIL yang sudah dibebaskan oleh pasukan Jepang dari tahanan memanfaatkan situasi minimnya informasi di Sulawesi Selatan itu untuk mengambil alih kekuasaan.

Pasukan NICA dan KNIL yang dengan cepat melakukan konsolidasi itu langsung memiliki pengaruh karena didukung persenjataan hasil rampasan dari pasukan Jepang yang sudah menyerah kepada Sekutu.

Berbekal 'surat sakti', yakni Perjanjian Posdam, pasukan Sekutu (Australia-Belanda) mendarat di Makassar untuk melaksanakan misi pembebasan tawanan pasukan Belanda yang ditahan Jepang pada 24 Septemner 1945.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved