Kuasa Hukum Curiga 2 Jenderal Bintang 4 Ikut Campur Tangan dalam Penetapan Tersangka Lukas Enembe

Kuasa hukum Lukas Enembe mencurigai peran dua jenderal bintang 4 dalam penetapan tersangka kliennya.

Tribunnews.com
Gubernur Papua Lukas Enembe 

TRIBUNPALU.COM - Polemik penetapan tersangka terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe hingga kini belum menemukan titik terang.

Bahkan kini masalahnya justru semakin rumit.

Saat ini sejumlah nama besar justru ikut tersebut dalam kasus Lukas Enembe.

Hal ini bermula saat Kuasa hukum Gubernur Papua, Stefanus Roy Rening mengatakan ada politisasi berujung kriminalisasi dibalik penetapan kliennya sebagai tersangka gratifikasi Rp1 miliar oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

Baca juga: Pak Jangan Bikin Gaduh Pengacara Lukas Enembe Ingatkan Mahfud MD Tak Perkeruh Situasi di Papua

Politisasi itu kata Roy adalah adanya peran dan desakan dari Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan serta Mendagri Tito Karnavian.

Dimana Budi Gunawan dan Tito Karnavian menurut Roy pernah meminta Lukas Enembe agar menerima Paulus Waterpauw menjadi wakil gubernuer Papua.

Paulus Waterpauw adalah jenderal purnawirawan polisi berpangkat Komjen yang pernah menjadi Gubernur Papua.

"Saya tidak main-main, serius saya. Kalau saya katakan politisasi inilah politisasi," Roy Rening di acara Rosi di Kompas TV yang dipandu Liviana Cherlisa, Kamis (22/8/2022) malam, sembari menunjukkan sebuah foto.

Foto itu menunjukkan Budi Gunawan, Paulus Waterpauw, Lukas Enembe dan Tito Karnavian usai bertemu dan berpose bersama.

"Pada 2017 Pak Budi Gunawan, Jenderal bintang 4 meminta Pak Lukas Enembe dalam periode kedua, agar berpasangan dengan Paulus Waterpauw. Politisasinya dimana? Bagaimana bisa seorang Kepala BIN ikut mengintervensi situasi kehidupan politik di Tanah Papua. Ini urusan demokrasi di Tanah Papua, bagaimana bisa kepala BIN ikut intervensi," papar Roy.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved