Senator Abdul Rachman Thaha Dorong Putra Putri Papua Jadi Presiden Freeport

Pria kelahiran 17 September 1979 itu mendorong evaluasi aturan di Papua agar anak daerah dapat diberikan ruang untuk berkiprah bagi daerah.

Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
handover
Senator Sulawesi Tengah Abdul Rachman Thaha 

TRIBUNPALU.COM - Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Abdul Rachman Thaha menilai, Undang-undang tentang Otonomi Khusus Papua adalah kewenangan khusus diberikan negara kepada masyarakat untuk mengurus daerahnya secara utuh.

"Makna utuh di situ mulai dari penggunaan anggaran dan pelibatan putra putri di Papua dalam mengisi jabatan struktural yang ada di instansi pemerintahan, begitu pun dalam hal perekrutan tenaga kerja di sebuah perusahaan, seperti freeport, sehingga ada perputaran ekonomi untuk penghidupan keluarga dan daerah," kata Abdul Rachman Thaha melalui rilis terulisnya, Rabu (28/9/2022).

Bahkan pria kelahiran 17 September 1979 itu mendorong evaluasi aturan di Papua agar anak daerah dapat diberikan ruang untuk berkiprah bagi daerah dan pengelolaan kekayaan alam.

Baca juga: Lukas Enembe Tak Penuhi Panggilan Gegara Sakit, KPK Gandeng IDI untuk Cek Kesehatan Gubernur Papua

"Jika Presiden Freeport dari putra-putri papua, Insya aAllah Papua akan bisa berbenah diri dari sisi perbaikan kehidupan sosial mereka, putra-putri Papua secara sumber daya manusia sudah banyak yang mempunyai kualitas yang bisa diberi ruang untuk berkiprah dan berkarya," ucap Abdul Rachman Thaha.

Senator asal Sulawesi Tengah itu yakin, putra putri Papua dapat memberikan yang terbaik bagi daerahnya jika diberi ruang.

"Nafas dari otonomi itukan sudah jelas apalagi Papua ini Otsus, jika nafas otonomi itu berjalan dengan baik saya yakin akan terwujudnya tujuan kita bernegara," ujar Abdul Rachman Thaha.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved