Sulteng Hari Ini

Polisi Anggap Tak Ada Pidana Pada Dugaan Pengrusakan Kebun Sawit di Bolano Parimo

Dugaan pengrusakan kebun sawit di Desa Bolano Barat kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, polisi anggap tidak ada tindak pidana

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Dugaan pengrusakan kebun sawit di Desa Bolano Barat kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, polisi anggap tidak ada tindak pidana 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dugaan pengrusakan kebun sawit di Desa Bolano Barat kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, polisi anggap tidak ada tindak pidana.

Padahal terjadi penebangan pohon kelapa sawit sebanyak 40 pohon.

Kejadiannya 30 Maret 2022 atau sekitar 6 bulan lalu.

Akibat pengrusakan itu kelapa sawit milik Kades Wana B Mukti Rahman Hadi Saputra tidak lagi mau berbuah, bahkan buah yang ada rontok semua.

Sehingga Kades Rahman melaporkannya ke Polsek Bolano Lambunu.

Namun sayangnya pihak Polsek menganggap bahwa tidak ada pidana dalam kasus pengrusakan kebun kelapa sawit itu.

"Saya akan mempraperadilankan Polsek Bolano - Lambunu atas laporan saya yang dianggap tidak ada unsur pidananya, padahal kebun sawit saya rusak dan tidak dapat berbuah,"tegas Rahman.

Baca juga: Nasdem Deklarasi Anies Baswedan Presiden, Demokrat: Selaras dengan Semangat Perubahan dan Perbaikan

Rahman mengatakan, bahwa lahannya berukuran kurang lebih setengah hektar, dibeli dari Jusrin pada tahun 2015, setelah dimiliki langsung ditanami kelapa sawit, berjumlah kurang lebih 80 pohon.

"Dikuasai lahan kurang lebih 7 tahun, terletak di Dusun IV Desa Bolano Barat Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong. Pada rabu 30/3/202 saat dia mendatangi kebunan Sawit saya. Dan saya mempergoki ada 3 orang, sedang beraktivitas merusak tanaman kelapa sawit saya," tutur Rahman.

Dari ketiga orang yang tidak dikenal itu,  Rahman melontarkan sebuah pertanyaan terhadap mereka.

Kenapa tanaman itu dirusak? Pertanyaan tersebut tidak dijawab dari tiga orang yang diduga merusak tanaman sawit itu.

Dengan kejadian tersebut Rahman langsung menghubungi pemerintah desa dan pihak kepolisian setempat.

Dan saat itu juga Rahman, langsung membuat laporan ke pihak Kepolisian tentang perusakan tanaman, hal ini dilakukan kembali tanggal (4/4-2022) yang diduga dilakukan orang yang sama dengan merambah dan menggangu lahan tambak ikan yang  tidak jauh dari lahan kebun sawit.

Kapolres Parigi Moutong  AKBP Yudy Arto Wiyono yang dikonfirmasi via telepone maupun chat di whatsAppnya, sampai berita ini naik tayang belum memberikan jawaban. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved