Ricuh di Stadion Kanjuruhan

Kata Polri Soal Tersangka dalam Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan, Ada 28 Polisi yang akan Diperiksa

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo bicara soal adanya kemungkinan tersangka dalam kasus kerusuhan Aremania di Stadion Kanjuruhan, Malang.

(SURYAMALANG.COM/Purwanto)
Aremania ricuh di Stadion Kanjuruhan, buntut kekalahan Arema FC atas Persebaya Surabaya 2-3, Sabtu (1/10/2022) malam. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo bicara soal adanya kemungkinan tersangka dalam kasus kerusuhan Aremania di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

TRIBUNPALU.COM - Polri terus melakukan upaya untuk mengusut tuntas kasus tewasnya 125 orang dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dikatakan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat ini pihaknya telah menaikkan status hukum tragedi kerusuhan Kanjuruhan ke tahap penyidikan.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan pihak tim penyidik setelah melakukan gelar perkara.

Irjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa pihak kepolisian akan bekerja secara cepat agar kasus tersebut segera terusut tuntas.

Baca juga: Kami Ditendang Petugas, Teman Kami Mati Aremania Selamat Ceritakan Ganasnya Petugas di Kanjuruhan

"Dari hasil gelar perkara, meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Tim juga akan bekerja secara maraton," kata Dedi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022).

Dia menjelaskan sesuai perintah Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan tim untuk bekerja secara cepat.

Namun, dengan tetap mengedepankan unsur ketelitian, kehati-hatian, dan pembuktian secara ilmiah.

Menurut Dedi, tim Polri melakukan pemeriksaan terkait penerapan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dunia.

Serta penerapan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan luka berat terhadap 20 orang saksi.

"Tim hari ini melakukan pemeriksaan terkait penerapan Pasal 359 dan 360 KUHP dengan melakukan pemeriksaan 20 orang saksi. Dari hasil pemeriksaan tersebut, tim melakukan gelar perkara," katanya.

Selain itu, Dedi melanjutkan, polisi juga melakukan pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh 28 anggota Polri.

Saat ini, pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kode etik tersebut masih dilakukan hingga Senin malam.

"Untuk penetapan seseorang sebagai tersangka akan melalui mekanisme gelar perkara," ucap Dedi.

Halaman
12
Sumber: Kompas TV
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved