Selasa, 21 April 2026

OPINI

Sejatinya Tambang Emas Poboya Milik Siapa?

Kelurahan Poboya mempunyai catatan yang panjang tentang konflik sumber daya alam. Sehingga kisruh kepemilikan dan pengelolaan sumber daya alam belum m

Penulis: Citizen Reporter | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Binti Hidayah SE, Pemerhati Sosial 

Seperti diketahui, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melalui CPM tengah membangun pabrik emas kedua di Palu, Sulawesi Tengah.

Pabrik itu memiliki kapasitas pengolahan 4.000 ton bijih per hari. Dengan adanya tambahan pabrik tersebut diharapkan dapat meningkatkan produksi emas perusahaan pada kuartal keempat tahun ini.

Sebab, saat ini, melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals, memproduksikan emas hanya dari 1 pabrik yang berkapasitas 500 ton bijih per hari di Palu, www.cnbcindonesia.com.

Sementara masyarakat sekitar Poboya, merasa semua perjanjian dengan PT CPM tidak berpihak kepadanya.

CPM menemukan tambahan sumber daya mineral dari Proyek tersebut. Total sumber daya mineral bertambah dari sebelumnya 17,8 juta ton menjadi 21,7 juta ton, dengan rata-rata kadar emas 2,4 g/t.

Sumberdaya mineral yang ada di Blok Poboya tersebut juga berhasil ditingkatkan menjadi total cadangan mineral sebesar 14,2 juta ton bijih dengan kadar emas 2,4 g/t Au.

Sebelum penemuan ini diketahui jika CPM hanya memiliki cadangan mineral sebesar 8,5 juta ton bijih.

"Penambahan jumlah sumberdaya mineral dan cadangan mineral tersebut akan memperpanjang usia produksi dari proyek tambang emas kami di Palu. Hal ini diharapkan dapat menambah nilai bagi para pemegang saham," kata Direktur Utama BRMS Agus Projosasmito dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/8/2022).

Agus Projosasmito menambahkan jika pekerjaan konstruksi pabrik emas di Palu berjalan cukup baik. ia pun berharap pabrik tersebut dapat segera beroperasi di Kuartal keempat 2022 demi meningkatkan produksi emas BRMS, Metro Sulteng

Belum lagi  keadaan Pertambangan emas di kawasan Pegunungan Poboya, yang merupakan wilayah konsesi PT Citra Palu Minerals (CPM) semakin memprihatinkan. Pegunungan yang dulunya hijau, kini Gersang dan kering.

Pepohonan tak terlihat lagi dari kaki gunung sampai ke puncak gunung. Yang terlihat hanyalah bebatuan besar dan tanah.

Puluhan penambang beraktivitas di lereng-lereng gunung, Puluhan truk dan pick-up, hilir mudik mengangkut ratusan karung batu dan dibawa ke tromol untuk diolah.

Luas kawasan tambang mencapai 1/3 luas Palu adalah wilayah konsesi Tambang Emas Poboya CPM, artinya luas Palu yang 36 hektar itu, 12 ribunya adalah wilayah Kontrak Karya (KK) CPM.

Pernyataan Advokat Rakyat Sulteng, Agussalim SH di kailipost.com Pola ruang revisi tata ruang Kota Palu 2018-2038 yang sedang proses penyusunan, seharusnya tidak boleh ada aktivitas pertambangan skala besar di kawasan Poboya.

Peta pola ruang revisi tata ruang Kota Palu jelas sekali menyebutkan bahwa kawasan itu merupakan kawasan rawan bencana longsor.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved