OPINI
Sejatinya Tambang Emas Poboya Milik Siapa?
Kelurahan Poboya mempunyai catatan yang panjang tentang konflik sumber daya alam. Sehingga kisruh kepemilikan dan pengelolaan sumber daya alam belum m
Penulis: Citizen Reporter | Editor: Haqir Muhakir
Bahkan di sekitar Poboya ada sesar yang sewaktu-waktu bisa bergerak.
Agussalim mengatakan, pihaknya sama sekali tidak menolak investasi masuk di daerah ini, tetapi perlu ada pertimbangan risiko bencana karena itu menyangkut hidup matinya orang banyak.
Agussalim mengatakan, pihaknya sama sekali tidak menolak investasi masuk di daerah ini, tetapi perlu ada pertimbangan risiko bencana karena itu menyangkut hidup matinya orang banyak.
Area PT CPM merupakan kawasan Tahura yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Suaka Alam dalam SK.8113/MENLHK-PKTL/KUH/PLA.2/11/2018 tentang Peta Perkembangan Pengukuhan Kawasan Huntan Provinsi Sulawesi Tengah hingga tahun 2017.
Menurut Agus tidak mudah menurunkan status kawasan hutan yang jelas jelas fungsinya sangat tinggi.
"Itu tahapannya sangat panjang, kok hanya dalam waktu singkat KSA bisa beralih fungsi," tegasnya.
Kalaupun ada usulan penurunan status kawasan mestinya ada kajian dari tim terpadu yang dibentuk oleh kementerian terkait, kailipost.com
Sebenarnya konflik yang terjadi di Poboya adanya permainan dari kekuatan uang. Siapa yang menang, dialah yang banyak uangnya, sehingga dapat memegang kekuasaan tinggi terhadap dan dapat menentukan semua keputusan sesuai dengan kepentingannya.
Tidak peduli apakah kegiatan penambangan tersebut membahayakan lingkungan sekitar yang penting dapat mengantongi izin beroperasi, begitu juga yang memberikan izin kepada PT, meskipun paham tentang dampak dan bahaya lingkungan di sekitar tambang jika dilakukan penambangan secara terus-menerus.
Mereka akan berdalih bahwa PT tersebut bukan hanya mengeksploitasi saja, tapi juga melakukan reboisasi di lokasi eks tambang tersebut untuk memulihkan ekosistem lingkungan itu.
Mangkanya jangan pernah heran, dimana tanah menghasilkan kekayaan alam yang melimpah ruah, disitu akan ada pihak swasta yang menguasainya sampai benar-benar kekayaan habis tidak tersisa.
Sedangkan rakyat yang tidak dapat menikmati hasilnya, hanya menanggung penderitaan dari dampak buruk kerusakan alam.
Bukan hal yang asing lagi, jika perekonomian yang diterapkan dengan sistem kapitalisme, maka kebebasan dengan sebebas-bebasnya untuk memiliki harta sebanyak-banyaknya itu sah-sah saja.
Meskipun dari keserakahan tersebut akan menimbulkan dampak yang berbahaya terhadap lingkungan, dan akan menindas manusia lainnya yang tidak mempunyai kekuatan. Semua dinilai dari uang, yang penting pihak swasta sudah membayar banyak ke pemerintah untuk mengantongi izin beroperasi, dan pemerintahan dapat pemasukan dari pihak swasta dengan nilai yang cukup fantastis.
Sehingga terjadilah efek simbiosis mutualisme, sedangkan yang menjadi tumbal keserakahannya, rakyat kecil. Ketika hujan dengan intensitas banyak terjadi banjir dan longsor, ketika musim kemarau terjadi kekeringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Binti-Hidayah-SE-Pemerhati-Sosial-d.jpg)