FAKTA Penyakit Kaki Gajah, Sebabkan Cacat Permanen Meski Parasit Sudah Hilang
Berikut fakta terkait penyakit Kaki Gajah. Kaki Gajah paling sering menyebabkan kecacatan permanen.
TRIBUNPALU.COM - Berikut fakta terkait penyakit Kaki Gajah.
Diketahui penyakit Kaki Gajah bisa menyebabkan kematian meski jarang.
Selain itu penyakit Kaki Gajah juga sangat susah dideteksi tanda-tandanya.
Bahkan penyakit Kaki Gajah bisa menyebabkan kelumpuhan.
Penyakit Kaki Gajah disebabkan oleh parasit.
Penyakit Kaki Gajah ini bisa disembuhkan dengan mengilangkan parasitnya namun bengkaknya tak bisa.
Penyakit Kaki Gajah termasuk jarang menyebabkan kematian secara langsung. Namun Kaki Gajah paling sering menyebabkan kecacatan permanen.
Dampaknya dapat mempengaruhi kondisi ekonomi karena menurunkan produktivitas, karena kakinya bengkak, susah bergerak, sehingga sulit mencari nafkah.
Makanya meski dianggap sepele, tapi penyakit ini bisa berakibat fatal bagi keluarga.
"Walaupun nanti sudah terjadi kaki bengkak terinfeksi parasit, diobati, lalu parasit hilang dan sudah tereliminasi, tapi Kaki Gajahnya tidak akan sembuh dan terjadi seumur hidup," kata Lettu Kes dr Vencius Tan dalam program Konter atau Konsultasi Dokter Pos Belitung, Kamis (17/11/2022).
Penyakit Kaki Gajah hanya dapat diketahui dengan pemeriksaan apusan darah tebal di laboratorium parasitologi. Pengambilan darahnya pun harus dilakukan malam hari antara pukul 20.00-00.00 WIB.
Pengambilan sampel darah pada malam dilakukan karena parasit atau cacing filaria hanya aktif saat malam.
Selain sulit untuk mendeteksi, Kaki Gajah juga kadang tidak menimbulkan gejala setelah terinfeksi.
Tan menjelaskan, dari setelah terinfeksi sampai menimbulkan gejala seperti demam dan muncul benjolan bisa terjadi dalam waktu 8-12 bulan.
Pada stadium akut bergejala ringan hanya ditandai dengan demam selama 3-5 hari yang naik-turun dan berulang. Dari stadium akut bisa berlanjut ke stadium kronis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kaki-Gajah.jpg)