Minggu, 19 April 2026

INGAT Bripda Djani? Disebut Jadi Tumbal Petinggi di Kepolisian Seperti Bharada E, Begini Nasibnya

Inilah sosok Bripda Djani yang kembali disorot usai munculnya kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo hingga Bharada E.

|
handover
Bripda Djani yang kembali disorot usai munculnya kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo hingga Bharada E. Bripda Djan Disebut jadi Tumbal Petinggi Atas Tewasnya Rene Conrad Seperti Bharada E. 

Kronologi

Kasus 'penumbalan' seorang anggota polisi, lebih tepatnya anggota Brimob, dalam kasus pembunuhan juga pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1972, atau 50 tahun silam.

'Penumbalan' ini berawal dari gesekan antara pemuda, khususnya mahasiswa, dengan aparat kepolisian.

Di periode awal kekuasaannya, Soeharto melarang pria memiliki rambut gondrong.

Sebuah kebijakan yang saat di lapangan dieksekusi oleh apara kepolisan, berikut para tarunanya, dengan kerap merazia dan menggunting langsung rambut dari pemuda gondrong.

Tentu saja hal ini mendapat tentangan keras dari para mahasiswa yang menganggap kebijakan tersebut memerkosa hak-hak azazi setiap orang.

Di tengah polemik yang kian memanas antara mahasiswa dan kepolisian (khususnya taruna), tiba-tiba muncul ide untuk melangsungkan pertandingan sepak bola persahabatan.

Jenazah Rene Louis Conrad diantar teman-teman mahasiswa ITB.
Jenazah Rene Louis Conrad diantar teman-teman mahasiswa ITB. (Istimewa)

Tepat pada 6 Oktober 1970 di tengah kampus ITB, pertandingan antara mahasiswa ITB dan taruna Akabri Kepolisian yang berasal dari Sukabumi.

Keunggulan 2-0 yang diraih tim ITB membuat para mahasiswa semakin percaya diri melontarkan sindiran-sindiran pedas kepada para Taruna Akpol.

Bentrokan pun tak terhindarkan hingga sempat memicu adanya suara tembakan, sebuah keadaan yang membuat pihak ITB murka karena melanggar kesepakatan untuk tidak membawa senjata.

Para Taruna Akpol tersebut pun diusir. Hal itu melengkapi kemuraman Taruna Akpol hari itu setelah kalah dalam pertandingan dan disindir habis-habisan oleh para mahasiswa.

Dalam perjalanan pulang, di sekitar Jalan Ganesha, iring-iringan Taruna Akpol itu berpapasan dengan seorang mahasiwa ITB bernama Rene Louis Conrad.

Ibu mendiang Rene Louis Conrad menunjuk Gubernur Akpol Irjen Awaludin Djamin.
Ibu mendiang Rene Louis Conrad menunjuk Gubernur Akpol Irjen Awaludin Djamin. (Istimewa)

Rene yang saat itu sedang mengendarai Harley Davidson disebut-sebut diludahi oleh salah seorang di dalam bus para taruna.

Tak ayal hal tersebut memicu amarah Rene yang kemudian menantang para taruna tersebut turun.

Bak lupa posisi mereka sebagai calon pengayom masyarakat, para Taruna Akpol tersebut meladeni tantangan Rene dengan mengeroyoknya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved