Sulteng Hari Ini
Ritual Nopamada, Upacara Adat Suku Kaili dan Kulawi Sulteng Dampingi Keluarga Hadapi Sakratulmaut
Bagi masyarakat Kaili, momen seperti itu adalah waktu berharga untuk hadir bersama dengan keluarga dan ikut serta menyaksikan jalannya upacara.
TRIBUNPALU.COM - Indonesia dikenal memiliki ragam budaya tersebar di seluruh Nusantara dengan khas masing-masing daerah.
Tidak hanya kesenian, namun juga beragam Upacara Adat.
Upacara Adat di Bumi Pertiwi juga beragam, tergantung tujuan penyelenggarannya.
Mulai dari kelahiran hingga kematian.
Di Sulawesi Tengah, juga terdapat Upacara Adat untuk kematian.
Namanya Ritual Nopamada.
Tradisi maupun ritual ini dianut Suku Kaili dan Suku Kulawi.
Ritual Nopamada adalah sebuah upacara yang dilakukan pada saat-saat seseorang menjelang sakratulmaut.
Dikutip dari budaya-indonesia, Sabtu (25/2/2023), Upacara Adat Nopamada biasanya dilakukan keluarga dekat.
Baca juga: Mengenal 3 Rumah Adat di Sulawesi Tengah, Mulai dari Souraja hingga Tambi
Seluruh keluarga berkumpul dan berjaga-jaga menjelang ajal seseorang di antara mereka.
Bagi masyarakat Kaili, momen seperti itu adalah waktu berharga untuk hadir bersama dengan keluarga dan ikut serta menyaksikan jalannya upacara.
Tanda-tanda orang yang sedang mengalami sakaratul maut oleh masyarakat Kaili biasa disebut dengan Nantapasaka.
Di saat-saat sekarat seperti itu, anggota keluarga atau orang yang berilmu akan memberikan tuntunan dengan cara membisikkan pengajaran ke telinga orang sekarat tersebut secara bergantian.
Prosesi ini disebut dengan Mopotuntuka Ritalinga.
Pada zaman dahulu, tuntunan sakaratul maut ini biasa dilakukan oleh seorang sando (dukun).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Ilustrasi-Sakaratul-Maut.jpg)