Minggu, 3 Mei 2026

Warga Tancap Papan Bicara di Perkebunan Sawit PT Unggul Widya Teknologi Lestari Pasangkayu

PT Unggul Widya Teknologi Lestari mengambil alih lahan garapan warga tanpa penjelasan ganti rugi.

Tayang:
Penulis: Citizen Reporter | Editor: mahyuddin
handover
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat (MR) Rian Agung Purnama mendampingi warga yang lahannya diserobot PT Unggul Widya Teknologi Lestari. 

TRIBUNPALU.COM - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat (MR) Rian Agung Purnama mendampingi warga yang lahannya diserobot PT Unggul Widya Teknologi Lestari.

Dugaan penyerobotan itu terjadi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Bulutaba, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.

PT Unggul Widya Teknologi Lestari diduga menyerobot lahan warga seluar 22 hektare.

"PT Unggul Widya Teknologi Lestari diduga menyerobot dan mengolah lahan perkebunan milik warga seluas 22 hektare yang merupakan tanah garapan yang memiliki surat sporadik tahun 2005," jelas Rian Agung melalui rilis tertulisnya Senin (13/2/2023).

Dia memaparkan, lahan itu dikuasai perusahaan sawit itu sejak 2013 hingga 2017.

PT Unggul Widya Teknologi Lestari mengambil alih lahan garapan warga tanpa penjelasan ganti rugi.

Baca juga: Sengketa Lahan Eks Tambak Udang, Warga Batui Banggai Adukan PT MAB ke Lembaga Negara

"Perkara ini pernah ditengahi instansi terkait dan sepakati tidak boleh ada aktivitas perusahaan di lahan itu," tutur Rian.

PT Unggul Widya Teknologi Lestari tidak kooperatif dan tetap beraktivitas di lahan itu.

Rian Agung Purnama saat ini mempersiapkan tindakan hukum atas sengketa lahan itu.

Diketahui, lahan warga yang disengketakan terdiri dari 11 sporadik yang dikuasai 11 kepala keluarga.

"Kami telah menunggu etikad baik dan penjelasan dari perusahaan. Namun karena tidak ada respon sehingga kami pasang papan bicara di atas lahan itu," tutur Rian.

Baca juga: LPSK Cabut Perlindungan Fisik, Begini Nasib Bharada E di Rutan Bareskrim

Pemilik lahan Anjas berharap, pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap perkara itu.

"Kami sudah 25 tahun bermasalah, hak kami dirampas, hak kami ditindas. Masyarakat kami dihancurkan, kami juga butuh hidup, kami juga butuh masa depan, anak-anak kami butuh makan. Kalau ada keadilan di Indonesia, tolong buktikan," kata Anjas.

PT Unggul Widya Teknologi Lestari belum memberikan respon terkait berita ini.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved