Anas Urbaningrum Bebas, Ketum PKN Desak SBY Segera Minta Maaf: Gunakan Hari yang Jernih

Anas Urbaningrum bakal menghirup udara segar setelah dipenjara sejak dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi tahun 2013 silam.

handover/tribunmanado
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

TRIBUNPALU.COM - Anas Urbaningrum dijadwalkan bebas hari ini, Selasa (11/4/2023).

Anas Urbaningrum bakal menghirup udara segar setelah dipenjara sejak dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi tahun 2013 silam.

Menyambut bebasnya Anas Urbaningrum, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Gede Pasek mendesak Susilo Bambang Yudhoyono atasu SBY segera meminta maaf.

SBY diminta untuk meminta maaf atas pidato dari Jeddah yang memaksakan kasus Anas Urbaningrum disegerakan hingga meminta maaf atas janji rekonsiliasi usai KLB di Bali yang diingkari SBY.

"Meminta maaf atas pidato dari Jeddah yang memaksakan kasus AU (Anas Urbaningrum) bisa disegerakan yang berakibat ada sprindik bocor ke Istana oleh oknum KPK."

"Meminta maaf atas upaya kudeta di Majelis Tinggi PD atas jabatan Ketum saat AU (Anas Urbaningrum) belum jadi tersangka. Meminta maaf atas janji rekonsiliasi usai KLB di Bali yang diingkarinya sementara AU sudah berusaha membantunya untuk aklamasi," kata Gede Pasek kepada wartawan, Senin (10/4/2023).

Baca juga: Sosok Anas Urbaningrum, Terpidana Kasus Mega Korupsi Hambalang yang Bebas Hari Ini

Pernyataan Gede Pasek tersebut muncul karena sebelumnya Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief meminta Anas Urbaningrum minta maaf ke SBY dan kader demokrat lainnya.

Sebagai informasi, Anas Urbaningrum dijadwalkan bebas hari ini, Selasa (11/4/2023) dari Lapas Sukamiskin.

Selain itu, Gede Pasek juga meminta SBY meminta maaf kepada Anas Urbaningrum karena tuduhan e-KTP.

"Meminta maaf atas tidak konsistennya memberlakukan pakta integritas kalau tersangka terdakwa dan terpidana harus mundur dan berhenti di PD karena terbukti saat ini mantan narapidana malah dapat jabatan tinggi," ujarnya.

Gede Pasek menyampaikan bahwa masih banyak hal lagi yang harus SBY sampaikan kepada Anas Urbaningrum sebagai permintaan maaf.

"Masih banyak lagi yang harus SBY meminta ke AU (Anas Urbaningrum) untuk dimaafkan."

"Mari gunakan hati yang jernih dan tegar mengakui semua itu. Dan saya yakin Andi Arief tidak mengerti soal itu," katanya.

Gede Pasek pun menyatakan bahwa Anas Urbaningrum tidak dendam setelah dibebaskan.

Namun, ia akan berjuang untuk mencari keadilan terhadap hal yang mengkriminalisasinya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved